Hamartoni Bidik Swasembada Gula, Lampung Utara Siap Jadi Basis Industri Tebu

Jumat, 13 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Utara sinergi dengan Kementan untuk memperkuat ekosistem perkebunan dan rencana pembangunan pabrik hilirisasi gula. (Foto: ist)

Lampung Utara sinergi dengan Kementan untuk memperkuat ekosistem perkebunan dan rencana pembangunan pabrik hilirisasi gula. (Foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Perlunya optimalisasi potensi tebu daerah agar tidak sekadar menjadi bahan mentah.

Solusi: Sinergi dengan Kementan untuk memperkuat ekosistem perkebunan dan rencana pembangunan pabrik hilirisasi.

Data: Koordinasi strategis dilakukan bersama Ditjen Perkebunan Kementan RI di Lampung Utara.

(Kitani.id): Langkah Lampung Utara untuk menjadi pemain utama dalam ketahanan pangan nasional semakin nyata. Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, menerima kunjungan khusus dari rombongan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) RI di Rumah Jabatan Bupati, Rabu (11 Maret 2026).

Baca Juga  Lampung Selatan Siap Jadi Role Model Ekonomi Pertanian Nasional

Pertemuan hangat yang juga dihadiri Kadis Kominfo Gunaido Uthama ini membahas agenda besar mempercepat swasembada gula nasional melalui optimalisasi lahan perkebunan di Bumi Ragem Tunas Lampung.

Mengolah Tebu di “Rumah Sendiri”

Hamartoni menegaskan bahwa Lampung Utara memiliki modal besar berupa lahan tebu yang luas. Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana potensi tersebut bisa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat melalui proses pengolahan yang terintegrasi.

“Lampung Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas perkebunan khususnya tebu. Ini adalah salah satu komoditas strategis dalam mendukung swasembada gula nasional,” ujar Hamartoni saat berdialog dengan jajaran Kementan.

Baca Juga  Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu

Bagi Hamartoni, kolaborasi dengan pusat adalah kunci untuk memperbaiki ekosistem perkebunan dari hulu hingga hilir. Ia berharap petani tidak lagi hanya berfokus pada budidaya, tetapi juga mulai menyentuh aspek industri.

Target Hilirisasi dan Kesejahteraan Petani

Kunjungan Ditjen Perkebunan ini membawa sinyal positif, terutama terkait rencana pendirian pabrik hilirisasi komoditas gula di Lampung Utara. Dukungan pusat ini diharapkan mampu memangkas rantai distribusi dan meningkatkan nilai jual hasil panen petani lokal.

Baca Juga  Kelompok Telur Penggerek Batang Jadi Sasaran Gerakan Nasional Kementan

“Kolaborasi dengan Kementerian Pertanian menjadi langkah penting untuk memperkuat ekosistem perkebunan. Mulai dari peningkatan produksi hingga pengembangan industri hilir yang memberikan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat,” tambah Hamartoni.

Melalui koordinasi ini, Hamartoni optimis Lampung Utara akan berperan lebih besar dalam menyokong kebutuhan gula tanah air. Jika pabrik hilirisasi ini terwujud, kesejahteraan petani tebu di Lampung Utara diprediksi akan meningkat signifikan seiring dengan hadirnya lapangan kerja dan nilai tambah ekonomi di daerah.(*)

Berita Terkait

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok
Daya Beli Petani Lampung Melemah Empat Bulan Berturut-turut
Kebijakan Presiden Turunkan Harga Pupuk Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Senin, 11 Mei 2026 - 08:58 WIB

ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:42 WIB

Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB