Dongkrak Ekonomi Inklusif, Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Pertanian Lampung

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. (Foto: Kitani)

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. (Foto: Kitani)

Inti Berita:

Masalah: Sekitar Rp70–100 triliun potensi ekonomi keluar dari Lampung dalam bentuk bahan mentah tanpa nilai tambah bagi petani.

Solusi: Membangun ekosistem ekonomi inklusif yang menghubungkan sektor pertanian, industri, dan dunia usaha untuk menciptakan nilai tambah.

Data/Biaya: PDRB Lampung 2024 mencapai Rp483 triliun, namun 26 persen masih bergantung pada bahan mentah sektor pertanian.

(Kitani.id): Pemerintah Provinsi Lampung terus berkomitmen membangun ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing menuju visi Lampung Maju 2045. Komitmen ini ditegaskan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam acara Coffee Morning di Bandar Lampung, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga  Anggaran Cetak Sawah Terancam Ditarik, Mentan Amran: Alihkan ke Daerah yang Serius!

Gubernur Mirza menekankan pentingnya sinergi agar potensi Lampung bergerak bersama. Selama ini, ekosistem ekonomi dinilai masih berjalan sendiri-sendiri antara petani, industri, dan dunia usaha.

Kondisi inilah yang menyebabkan nilai tambah ekonomi belum optimal dirasakan langsung oleh para petani di lapangan.

Mengejar Potensi Nilai Tambah Komoditas Lokal

Berdasarkan data tahun 2024, PDRB Lampung tercatat sebesar Rp483 triliun. Dari jumlah tersebut, sektor pertanian menyumbang Rp130 triliun, namun baru sekitar 40 persen yang diolah di dalam daerah.

Baca Juga  Stok Beras Nasional Aman 11 Bulan, Mentan Amran Fokus Genjot Produksi

Artinya, ada potensi lebih dari Rp70–100 triliun yang keluar dari Lampung masih dalam bentuk bahan mentah.

“Kita ingin komoditas Lampung seperti kopi, jagung, padi, dan singkong diolah di sini agar memberi nilai tambah bagi petani kita,” tegas Gubernur Mirza.

Penguatan daya saing ini akan dilakukan melalui peningkatan produktivitas petani dan penguatan industri pengolahan. Sebagai solusi nyata untuk mendorong ekonomi inklusif, Pemerintah Provinsi Lampung kini mulai merajut kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat.

Baca Juga  Perkuat Ketahanan Pangan, IKWT Bandar Surabaya Solidkan Barisan

Tujuannya jelas, agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat tani di seluruh wilayah Lampung.(*)

Berita Terkait

El Nino Godzilla, Petani Lampung Andalkan Jaringan Irigasi Air Tanah
Antisipasi El Nino Lampung Siapkan 1.222 Irigasi Perpompaan
Stok Beras Nasional Aman 11 Bulan, Mentan Amran Fokus Genjot Produksi
Ancaman Krisis Pangan, Mentan: Konglomerat Dunia Diam-diam Borong Lahan
Lampung Segera Tetapkan Area Lahan Sawah yang Dilindungi
Teknologi AWD Lewat Pipa Paralon, Solusi Hemat Air Sawah Hingga 20 Persen
Penguatan Sistem Irigasi Rawa Jadi Kunci Ketahanan Pangan Nasional
Mentan Amran Tantang Anak Muda Garap Sektor Pertanian, Bibit dan Pupuk Gratis!

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 18:34 WIB

El Nino Godzilla, Petani Lampung Andalkan Jaringan Irigasi Air Tanah

Rabu, 8 April 2026 - 12:40 WIB

Stok Beras Nasional Aman 11 Bulan, Mentan Amran Fokus Genjot Produksi

Selasa, 7 April 2026 - 17:00 WIB

Ancaman Krisis Pangan, Mentan: Konglomerat Dunia Diam-diam Borong Lahan

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:29 WIB

Lampung Segera Tetapkan Area Lahan Sawah yang Dilindungi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:52 WIB

Teknologi AWD Lewat Pipa Paralon, Solusi Hemat Air Sawah Hingga 20 Persen

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB