(Kitani.id): Pemerintah menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani tepat sebelum musim tanam dimulai. Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan hal ini dalam acara Rembuk Tani Lampung, Sabtu (2 Mei 2026).
Penyaluran kini jauh lebih mudah setelah adanya penyederhanaan regulasi secara nasional. “Presiden Prabowo Subianto memberi mandat untuk keliling memastikan pupuk tepat waktu,” ujar Zulhas, panggilan akrab Menko.
Langkah strategis ini terbukti meningkatkan produktivitas beras nasional hingga 8 persen. Keberhasilan tersebut membuat Indonesia mampu mencapai surplus pangan dan memutus rantai impor pada 2025.
Capaian Signifikan Distribusi di Rembuk Tani Lampung
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menjelaskan perbaikan ini berawal dari masukan pada November 2024. Pemerintah merespons cepat dengan menerbitkan Perpres Nomor 6 Tahun 2025 yang disempurnakan menjadi Perpres Nomor 113 Tahun 2025.
Kebijakan itu bahkan mampu menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) hingga 20 persen. “Penebusan pupuk di Lampung melonjak 168 persen dibanding periode yang sama tahun lalu,” ungkap Rahmad.
Hingga 30 April 2026, realisasi pupuk di Lampung sudah mencapai 282.796 ton. Angka ini setara 40 persen dari total alokasi provinsi sebesar 713.970 ton.
Pada tahun 2026, pemerintah telah mengalokasikan total 9,8 juta ton pupuk bersubsidi secara nasional. Alokasi tersebut terdiri dari 4,4 juta ton Urea serta 4,47 juta ton NPK Phonska. Selain itu, tersedia NPK Kakao, pupuk organik, dan ZA untuk mendukung ketahanan pangan. (*)








