Rembuk Tani Lampung, Petani Makin Mudah Tebus Pupuk Subsidi

Minggu, 3 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. (Foto: ist)

Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. (Foto: ist)

(Kitani.id): Pemerintah menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani tepat sebelum musim tanam dimulai. Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan hal ini dalam acara Rembuk Tani Lampung, Sabtu (2 Mei 2026).

Penyaluran kini jauh lebih mudah setelah adanya penyederhanaan regulasi secara nasional. “Presiden Prabowo Subianto memberi mandat untuk keliling memastikan pupuk tepat waktu,” ujar Zulhas, panggilan akrab Menko.

Baca Juga  Rembuk Tani Lampung dan Kedaulatan Pangan Indonesia

Langkah strategis ini terbukti meningkatkan produktivitas beras nasional hingga 8 persen. Keberhasilan tersebut membuat Indonesia mampu mencapai surplus pangan dan memutus rantai impor pada 2025.

Capaian Signifikan Distribusi di Rembuk Tani Lampung

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menjelaskan perbaikan ini berawal dari masukan pada November 2024. Pemerintah merespons cepat dengan menerbitkan Perpres Nomor 6 Tahun 2025 yang disempurnakan menjadi Perpres Nomor 113 Tahun 2025.

Baca Juga  Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng

Kebijakan itu bahkan mampu menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) hingga 20 persen. “Penebusan pupuk di Lampung melonjak 168 persen dibanding periode yang sama tahun lalu,” ungkap Rahmad.

Hingga 30 April 2026, realisasi pupuk di Lampung sudah mencapai 282.796 ton. Angka ini setara 40 persen dari total alokasi provinsi sebesar 713.970 ton.

Baca Juga  Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Pada tahun 2026, pemerintah telah mengalokasikan total 9,8 juta ton pupuk bersubsidi secara nasional. Alokasi tersebut terdiri dari 4,4 juta ton Urea serta 4,47 juta ton NPK Phonska. Selain itu, tersedia NPK Kakao, pupuk organik, dan ZA untuk mendukung ketahanan pangan. (*)

Berita Terkait

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok
Daya Beli Petani Lampung Melemah Empat Bulan Berturut-turut
Kebijakan Presiden Turunkan Harga Pupuk Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Senin, 11 Mei 2026 - 08:58 WIB

ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:42 WIB

Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB