Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Pengamat Ingatkan Pentingnya Distribusi Tepat Sasaran

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana panen padi oleh sekumpulan ibu-ibu petani. (Foto: ist)

Suasana panen padi oleh sekumpulan ibu-ibu petani. (Foto: ist)

Inti Berita

Masalah: Ketidakpastian iklim dan dinamika geopolitik global (konflik Iran-Israel) yang mengancam rantai pasok serta stabilitas harga pangan.

Solusi: Memperkuat cadangan pangan nasional hingga 5 juta ton sebagai instrumen stabilitas dan melakukan distribusi yang optimal serta tepat waktu.

Data: Stok beras saat ini mencapai 4 juta ton dan diprediksi menyentuh 5 juta ton bulan depan, cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga 324 hari.

(Kitani.id): Upaya pemerintah dalam memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP) kini memasuki level tertinggi dalam sejarah. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melaporkan bahwa stok beras nasional diproyeksikan bakal menembus angka 5 juta ton pada bulan depan.

Upaya ini diambil sebagai strategi besar untuk menjaga ketahanan pangan di tengah situasi dunia yang tidak menentu. Kenaikan jumlah stok ini dinilai sangat krusial oleh para pengamat sektor agraria.

Baca Juga  Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Pengamat pertanian dari CORE, Eliza Mardian, menjelaskan bahwa cadangan besar tersebut berfungsi sebagai bantalan atau buffer stock. Gunanya adalah untuk meredam risiko fluktuasi harga serta gangguan produksi yang disebabkan oleh faktor cuaca maupun kondisi global.

“Cadangan beras berfungsi sebagai buffer stock untuk mengantisipasi berbagai risiko seperti gangguan produksi akibat cuaca, fluktuasi harga, maupun gangguan pasokan global,” tutur Eliza Mardian, Senin (16 Maret 2026).

Tantangan Geopolitik dan Jalur Distribusi

Menurut Eliza, urgensi memperkuat lumbung pangan kian mendesak karena adanya ancaman disrupsi rantai pasok. Salah satunya adalah dampak konflik internasional, seperti ketegangan antara Iran dan Israel yang bisa mengganggu jalur perdagangan dunia. Kondisi tersebut berisiko memicu lonjakan biaya logistik yang akhirnya berdampak pada harga pangan di tingkat lokal.

Baca Juga  Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang

Meskipun angka 5 juta ton setara dengan 16 persen kebutuhan nasional setahun, jumlah besar ini bukan jaminan harga akan stabil.

Eliza memperingatkan bahwa tanpa sistem distribusi yang baik, cadangan tersebut tidak akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kecepatan dan ketepatan sasaran saat menyalurkan beras menjadi kunci utama efektivitas kebijakan ini.

“Cadangan besar ini akan percuma jika distribusinya tidak optimal dan tidak tepat sasaran serta tidak tepat waktu,” tegas Eliza.

Dorong Produksi dan Inovasi Pertanian

Selain fokus pada penumpukan stok, pemerintah juga diminta tetap memperhatikan sisi hulu atau produksi padi dalam negeri. Peningkatan produktivitas ini bisa dicapai melalui sentuhan teknologi pertanian modern dan perbaikan jaringan irigasi.

Baca Juga  Gerakan Tanam Serentak di Mesuji Lampung Amankan Produksi Pangan

Dengan begitu, cadangan pangan tidak hanya bergantung pada stok yang ada, tetapi juga pada hasil panen petani yang stabil.

Sementara itu, dalam Sidang Kabinet Paripurna, Mentan Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa posisi cadangan beras Indonesia saat ini sangat aman. Dengan stok yang melimpah, pemerintah berharap stabilitas pasokan di pasar domestik tetap terjaga hingga hampir setahun ke depan.

Hal ini diharapkan mampu menenangkan kekhawatiran masyarakat terhadap dinamika harga beras di pasar. “Khusus beras hari ini mencapai 4 juta ton dan kemungkinan bulan depan mencapai 5 juta ton. Ini tertinggi cadangan kita,” katanya.(*)

Berita Terkait

Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang
Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:26 WIB

Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru

Menggenjot serapan menu ayam dan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mendesak kepatuhan terhadap regulasi harga.(Foto: ist)

Peternakan

Stabilisasi Harga Ayam Broiler Lewat Menu Makan Bergizi Gratis

Kamis, 11 Jun 2026 - 16:38 WIB