Strategi Pompanisasi, Jurus Mentan Amran Amankan 2,2 Juta Hektar Sawah dari El Nino

Sabtu, 7 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengaktifan pompanisasi seluas 2,2 juta hektar, rehabilitasi irigasi, dan penggunaan benih padi adaptif. (foto: ist)

Pengaktifan pompanisasi seluas 2,2 juta hektar, rehabilitasi irigasi, dan penggunaan benih padi adaptif. (foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Ancaman El Nino 2026 yang diprediksi BMKG datang lebih awal dan lebih kering di 325 zona musim.

Solusi: Pengaktifan pompanisasi seluas 2,2 juta hektar, rehabilitasi irigasi, dan penggunaan benih padi adaptif (Bio Salin).

Data: Pompanisasi mencakup 1,2 juta hektar lahan eksisting ditambah perluasan 1 juta hektar, serta optimalisasi lahan rawa.

(Kitani.id): Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bergerak cepat menyiapkan langkah antisipasi menghadapi anomali iklim El Nino. Pihaknya kini telah menyiapkan sistem pompanisasi besar-besaran untuk mengairi 2,2 juta hektar sawah termasuk di Lampung.

Langkah ini diambil agar produktivitas padi tetap terjaga meskipun curah hujan berkurang drastis akibat kenaikan suhu permukaan laut. Kementerian Pertanian memastikan infrastruktur pendukung sudah dalam posisi siap tempur di lapangan.

Baca Juga  Program Makan Bergizi Gratis Beri Jaminan Pasar Bagi Petani

Amran menjelaskan bahwa saat ini pompanisasi sudah menjangkau 1,2 juta hektar lahan sawah tadah hujan. Selain itu, pemerintah menambah jangkauan untuk 1 juta hektar lahan sawah baru melalui mesin pompa yang menyedot air dari sungai dan embung.

Rehabilitasi Irigasi dan Benih Tahan Kering

Fokus pemerintah tidak hanya pada mesin pompa, tetapi juga perbaikan saluran air yang rusak. Infrastruktur irigasi yang telah direhabilitasi kini mampu menjangkau 1 juta hektar sawah petani. Amran mengibaratkan persiapan ini seperti menyediakan payung sebelum hujan turun agar petani tidak kelimpungan saat kekeringan melanda.

“Jadi infrastruktur sudah siap. Ibaratkan jauh sebelumnya kita sudah siapkan payung karena kita tahu bahwa akan terjadi hujan,” tutur Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (6 Maret 2026).

Baca Juga  Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur, Gubernur Mirza Raih KWP Award 2026

Selain pengairan, pemilihan varietas benih menjadi kunci keberhasilan panen di musim kering tahun ini. Pemerintah telah menyiapkan benih padi yang lebih adaptif, termasuk jenis Bio Salin yang tahan terhadap kondisi ekstrem. Optimalisasi lahan rawa juga terus dikebut karena lahan jenis ini justru terbukti lebih produktif saat musim kemarau panjang.

Petani Diminta Tetap Tenang Hadapi Kemarau

Meskipun BMKG memprediksi peluang El Nino mencapai 60 persen mulai pertengahan tahun, Amran meminta masyarakat tidak risau. Berdasarkan pengalaman pribadinya memimpin kementerian pada 2015 dan 2023, kondisi saat ini dinilai masih lebih terkendali. Ia optimis stok pangan nasional tetap aman dengan persiapan yang matang sejak dini.

Baca Juga  Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti

“Kami secara pribadi menghadapi di 2015, 2016, kemudian 2023, dan itu jauh lebih dahsyat daripada sekarang. Jadi ini enggak usah kita risaukan,” ucap Amran memberikan semangat.

Pihak BMKG sendiri mencatat bahwa musim kemarau 2026 akan datang lebih awal di ratusan zona musim. Namun, dengan kondisi Indian Ocean Dipole yang diprediksi tetap netral, diharapkan dampak kekeringan tidak separah tahun-tahun sebelumnya. Sinergi antara teknologi pompa dan benih unggul diharapkan menjadi tameng utama bagi petani Lampung dan wilayah lainnya.(*)

Berita Terkait

Serapan Gabah dan Beras Petani Bulog Tembus 3 Juta Ton Juni 2026
101 Usulan Jaringan Irigasi Utama di Provinsi Lampung Siap Sokong Swasembada Pangan
Kelompok Telur Penggerek Batang Jadi Sasaran Gerakan Nasional Kementan
Ketum HKTI: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas
Mitigasi El Nino, Petani Lampung Diminta Lakukan Percepatan Tanam Padi
Konsumsi Sayur Masih Rendah, Program Makan Bergizi Gratis Jadi Solusi Strategis
Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur, Gubernur Mirza Raih KWP Award 2026
Jaga Stok Pangan, Pemprov Lampung Luncurkan Aplikasi eHorti untuk Petani Cabai

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:39 WIB

Serapan Gabah dan Beras Petani Bulog Tembus 3 Juta Ton Juni 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:11 WIB

101 Usulan Jaringan Irigasi Utama di Provinsi Lampung Siap Sokong Swasembada Pangan

Kamis, 30 April 2026 - 14:41 WIB

Kelompok Telur Penggerek Batang Jadi Sasaran Gerakan Nasional Kementan

Selasa, 28 April 2026 - 12:25 WIB

Ketum HKTI: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas

Kamis, 23 April 2026 - 23:05 WIB

Mitigasi El Nino, Petani Lampung Diminta Lakukan Percepatan Tanam Padi

Berita Terbaru