Solusi Permanen Konflik Gajah TNWK, Pagar Pembatas 138 Kilometer Mulai Dibangun

Jumat, 27 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangunan pembatas (barrier) permanen sepanjang 138 kilometer sebagai instruksi langsung Presiden.(Foto: ist)

Pembangunan pembatas (barrier) permanen sepanjang 138 kilometer sebagai instruksi langsung Presiden.(Foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Konflik berkepanjangan antara gajah liar dan warga di sekitar Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang menghambat ekonomi desa penyangga.

Solusi: Pembangunan pembatas (barrier) permanen sepanjang 138 kilometer sebagai instruksi langsung Presiden.

Data/Biaya: Anggaran sebesar Rp850 miliar dengan target penyelesaian dalam satu tahun.

(Kitani.id): Kabar baik datang bagi warga di sekitar kawasan konservasi Lampung Timur. Pemerintah mulai merealisasikan pembangunan pembatas (barrier) permanen di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) sepanjang 138 kilometer. Langkah besar ini menjadi jawaban atas konflik manusia dan satwa liar yang sudah terjadi puluhan tahun di wilayah tersebut.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa proyek ini merupakan solusi jangka panjang yang sangat dinantikan. Awalnya, pemerintah daerah hanya mengusulkan pembangunan sepanjang 11 kilometer.

Baca Juga  Akses Keadilan Hingga Pelosok, Posbakum Desa Bakal Hadir di Seluruh Lampung

Namun, Presiden melihat skala masalah yang luas sehingga menambah panjang pembatas secara signifikan agar masalah tuntas sepenuhnya.

“Usulan untuk meminta bantuan kepada pemerintah pusat ini kami lakukan pada November 2025. Karena konflik ini sudah berlangsung lama, Presiden memutuskan menambah panjang pembatas menjadi 138 kilometer,” ujar Gubernur saat mendampingi Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, di Lampung Timur, Kamis (26 Maret 2026).

Prioritas Nasional untuk Petani Lampung

Pembangunan pagar pembatas ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan agenda strategis nasional. Dari puluhan taman nasional di Indonesia, Way Kambas mendapat prioritas utama karena dampaknya yang besar bagi masyarakat lokal.

Dukungan ini diharapkan mampu memulihkan pertumbuhan ekonomi di desa-desa penyangga yang selama ini terhambat akibat risiko serangan satwa.

Baca Juga  Dorong Ekonomi Desa, Program Desaku Maju Lampung Targetkan 500 Mesin Dryer

Menteri Kehutanan, Raja Juli, menyampaikan bahwa pembangunan ini adalah amanah langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Presiden menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara perlindungan nyawa warga dan kelestarian gajah Sumatera yang tersisa sekitar 200 ekor.

“Amanah Presiden jelas, pembangunan pembatas ini menjadi solusi permanen konflik manusia dengan gajah,” ungkap Raja Juli Antoni di sela kunjungan kerjanya.

Selain mengamankan lahan pertanian, proyek senilai Rp850 miliar ini juga akan melibatkan tenaga kerja lokal dalam proses pengerjaannya.

Transformasi Ekonomi Desa Penyangga

Kehadiran pembatas permanen ini diprediksi akan mengubah wajah ekonomi di Lampung Timur. Petani kini bisa menggarap lahan dengan rasa aman tanpa dihantui gagal panen akibat gangguan gajah liar.

Baca Juga  Aturan Baru Nilai Ekonomi Karbon, Petani Hutan Lampung Bakal Lebih Sejahtera?

Selain itu, kawasan TNWK juga akan dikembangkan melalui skema pembiayaan konservasi inovatif seperti pasar karbon dan ekowisata.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyambut optimis langkah cepat ini. Menurutnya, masyarakat kini memiliki harapan baru setelah sekian lama merasa was-was tinggal di perbatasan hutan.

Kolaborasi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah akan memastikan pembangunan ini berjalan lancar sesuai target satu tahun. Gubernur Mirza pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas ini nantinya.

“Penting juga dukungan dari masyarakat desa penyangga untuk memastikan konservasi satwa tetap terjaga. Kita ingin Way Kambas menjadi taman nasional terbaik di Indonesia,” tegas Gubernur Mirza menutup pembicaraannya.(*)

Berita Terkait

Wamen LHK Rohmat Marzuki Ajak Rimbawan Perkuat Ekonomi Hijau di Bulan Ramadan
Hari Bakti Rimbawan, Momentum Perkuat Jati Diri Penjaga Hutan
Menjaga Napas Hutan, Etika Islam dalam Memanen Kekayaan Alam
Program Green Hajj, Ubah Sampah Jadi Kompos dan Wakaf Pohon Produktif
Reformasi Kelembagaan Perkuat Tata Kelola Kehutanan Indonesia
Pemerintah Siapkan Dana Bangun Pagar Baja Kelilingi Way Kambas
Jaga Hutan Jaga Budaya, Kemenhut dan Kemenbud Perkuat Hutan Adat
Hutan Menyempit, Harimau Sumatra di Lampung Terancam Punah

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:08 WIB

Solusi Permanen Konflik Gajah TNWK, Pagar Pembatas 138 Kilometer Mulai Dibangun

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:28 WIB

Wamen LHK Rohmat Marzuki Ajak Rimbawan Perkuat Ekonomi Hijau di Bulan Ramadan

Senin, 16 Maret 2026 - 14:50 WIB

Hari Bakti Rimbawan, Momentum Perkuat Jati Diri Penjaga Hutan

Senin, 16 Maret 2026 - 02:28 WIB

Menjaga Napas Hutan, Etika Islam dalam Memanen Kekayaan Alam

Sabtu, 14 Maret 2026 - 18:29 WIB

Program Green Hajj, Ubah Sampah Jadi Kompos dan Wakaf Pohon Produktif

Berita Terbaru