Wamen LHK Rohmat Marzuki Ajak Rimbawan Perkuat Ekonomi Hijau di Bulan Ramadan

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki. (Foto: ist)

Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki. (Foto: ist)

Inti Berita

Masalah: Dampak perubahan iklim, ancaman kebakaran hutan, serta bencana banjir dan longsor yang kian kompleks menekan kawasan hutan.

Solusi: Transformasi kebijakan melalui digitalisasi Decision Support System (DSS), penguatan perhutanan sosial, dan pengembangan ekonomi hijau.

Data: Peringatan Hari Bakti Rimbawan dilaksanakan Selasa (17/03/2026) di Jakarta, ditandai pemberian penghargaan pengabdian 10 hingga 30 tahun.

(Kitani.id): Momen peringatan Hari Bakti Rimbawan tahun 2026 ini terasa sangat istimewa. Pasalnya, perayaan tahunan ini berlangsung khidmat di tengah suasana bulan suci Ramadan. Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, memimpin langsung upacara tersebut di Jakarta. Menurutnya, nilai-nilai Ramadan sangat sejalan dengan jiwa seorang penjaga hutan.

Baca Juga  Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia

Sejatinya, bulan puasa mengajarkan tentang keikhlasan dan pengabdian yang tulus. Oleh sebab itu, semangat pengendalian diri tersebut menjadi fondasi utama kelestarian hutan.

Rohmat menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen membangun tata kelola yang profesional. Selanjutnya, transparansi berbasis ilmu pengetahuan menjadi kunci utama dalam menjaga ekosistem.

“Peringatan tahun ini terasa semakin bermakna karena berlangsung di bulan suci Ramadan, bulan yang mengajarkan kita tentang keikhlasan, pengendalian diri, pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai itulah yang sesungguhnya juga menjadi rumpun pengabdian seorang rimbawan,” ucap Rohmat, Selasa (17 Maret 2026).

Transformasi Digital dan Tantangan Iklim

Namun, tantangan yang dihadapi para rimbawan saat ini memang tidak ringan. Rohmat memaparkan bahwa perubahan iklim kini memicu berbagai bencana hidrometeorologi.

Baca Juga  Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan

Selain itu, tekanan terhadap luas kawasan hutan juga terus meningkat tajam. Maka dari itu, pemerintah gencar melakukan transformasi kebijakan yang lebih kolaboratif.

Salah satu langkah kuncinya adalah penerapan Decision Support System (DSS). Melalui sistem ini, pengambilan kebijakan kehutanan akan jauh lebih akurat. Selain itu, digitalisasi layanan akan membuat proses birokrasi menjadi lebih sederhana. Alhasil, integrasi data ini menjamin pengelolaan hutan yang akuntabel dan modern.

Mendorong Kesejahteraan Lewat Ekonomi Hijau

Selanjutnya, sektor kehutanan juga mulai diarahkan pada pembangunan ekonomi hijau. Hal ini dilakukan melalui skema perhutanan sosial bagi masyarakat desa.

Baca Juga  Jaga Keseimbangan Alam, 942 Burung Hasil Sitaan Kembali ke Hutan

Dengan begitu, warga di sekitar hutan bisa meraih manfaat ekonomi. Selain itu, pemerintah juga fokus pada perdagangan karbon dan jasa lingkungan.

Upaya rehabilitasi daerah aliran sungai pun terus dipercepat demi mitigasi. Sebagai bentuk apresiasi, negara memberikan penghargaan Satya Lencana kepada ASN pilihan.

Penghargaan ini diberikan atas loyalitas menjaga hutan selama puluhan tahun. Hal ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh rimbawan Indonesia.

“Kementerian Kehutanan juga mendorong penguatan tata kelola melalui pendekatan Decision Support System (DSS) yang mencakup digitalisasi, sinergi, dan simplifikasi dalam proses pengambilan kebijakan dan pelayanan publik di sektor kehutanan,” tutup Rohmat.(*)

Berita Terkait

Jaga Keseimbangan Alam, 942 Burung Hasil Sitaan Kembali ke Hutan
Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti
Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan
Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor
Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia
Solusi Permanen Konflik Gajah TNWK, Pagar Pembatas 138 Kilometer Mulai Dibangun
Hari Bakti Rimbawan, Momentum Perkuat Jati Diri Penjaga Hutan
Menjaga Napas Hutan, Etika Islam dalam Memanen Kekayaan Alam

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 23:20 WIB

Jaga Keseimbangan Alam, 942 Burung Hasil Sitaan Kembali ke Hutan

Rabu, 8 April 2026 - 23:24 WIB

Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti

Sabtu, 4 April 2026 - 23:58 WIB

Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan

Sabtu, 4 April 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:56 WIB

Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB