Jaga Keseimbangan Alam, 942 Burung Hasil Sitaan Kembali ke Hutan

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 942 ekor burung dilepasliarkan di Tahura Wan Abdul Rachman dalam rangka Road To HKAN 2026.(Foto: ist)

Sebanyak 942 ekor burung dilepasliarkan di Tahura Wan Abdul Rachman dalam rangka Road To HKAN 2026.(Foto: ist)

(Kitani.id): BKSDA Bengkulu melalui Seksi KSDA Wilayah III Lampung melakukan aksi nyata dalam Konservasi Satwa Liar. Sebanyak 942 ekor burung hasil sitaan perdagangan ilegal resmi dilepasliarkan ke alam bebas.

Kegiatan berlangsung di kawasan Tahura Wan Abdul Rachman, Bandarlampung, Kamis (23 April 2026). Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bumi.

Baca Juga  Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan

Burung-burung tersebut merupakan hasil penertiban perdagangan ilegal sepanjang tahun 2026. “Pelepasliaran ini adalah komitmen kami mengembalikan satwa ke habitat aslinya,” ujar Itno.

Peran Strategis Lampung Cegah Perdagangan Ilegal

Ratusan burung tersebut terdiri dari berbagai jenis seperti poksai mandarin, cucak janggut, hingga pleci. Meskipun tidak berstatus dilindungi, burung-burung ini memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Sumatera yang masuk ke Lampung melalui jalur ilegal.

Baca Juga  Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia

Kepala Balai KSDA Bengkulu, Agung Nugroho, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam Konservasi Satwa Liar. Lampung memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang utama Pulau Sumatera.

Hal ini membuat pengawasan di Lampung menjadi kunci untuk menekan peredaran satwa ilegal secara nasional. Pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berhenti berburu atau memperjualbelikan satwa liar secara ilegal.

Baca Juga  Solusi Permanen Konflik Gajah TNWK, Pagar Pembatas 138 Kilometer Mulai Dibangun

Keberhasilan upaya ini sangat bergantung pada dukungan semua pihak yang peduli terhadap kelestarian alam. Mari kita jaga hutan Lampung agar tetap menjadi rumah yang aman bagi para penghuninya.(*)

Berita Terkait

Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti
Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan
Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor
Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia
Solusi Permanen Konflik Gajah TNWK, Pagar Pembatas 138 Kilometer Mulai Dibangun
Wamen LHK Rohmat Marzuki Ajak Rimbawan Perkuat Ekonomi Hijau di Bulan Ramadan
Hari Bakti Rimbawan, Momentum Perkuat Jati Diri Penjaga Hutan
Menjaga Napas Hutan, Etika Islam dalam Memanen Kekayaan Alam

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 23:20 WIB

Jaga Keseimbangan Alam, 942 Burung Hasil Sitaan Kembali ke Hutan

Rabu, 8 April 2026 - 23:24 WIB

Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti

Sabtu, 4 April 2026 - 23:58 WIB

Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan

Sabtu, 4 April 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:56 WIB

Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB