Dorong Ekonomi Desa, Program Desaku Maju Lampung Targetkan 500 Mesin Dryer

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. (Foto: Kitani)

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. (Foto: Kitani)

Inti Berita:

Masalah: Harga jual komoditas sering jatuh saat panen karena kadar air tinggi dan kendala logistik.

Solusi: Program Desaku Maju melalui penyediaan mesin pengering (dryer), pupuk organik, dan pelatihan vokasi melalui BUMDes.

Data/Biaya: Penggunaan dryer menambah pendapatan petani Rp1 juta per hektare dengan target pengadaan 500 unit mesin di seluruh Lampung.

(Kitani.id): Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat ekonomi perdesaan melalui program unggulan Desaku Maju.

Program ini fokus pada pengolahan hasil tani langsung di desa agar petani memiliki daya tawar yang lebih tinggi saat memasarkan produknya.

Baca Juga  El Nino Godzilla, Petani Lampung Andalkan Jaringan Irigasi Air Tanah

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menjelaskan bahwa melalui program ini, komoditas seperti jagung, padi, singkong, hingga kopi akan dikeringkan terlebih dahulu di desa.

“Langkah ini terbukti meningkatkan harga jual, menekan biaya kirim, dan membuka lapangan kerja baru bagi warga desa,” ujar Gubernur Mirza dalam acara Coffee Morning bersama pimpinan dunia usaha yang digelar di PT. Nestle Indonesia Panjang Factory, Bandar Lampung, Rabu (28 Januari 2026).

Baca Juga  Atasi Masalah Merek, Komisi VII Dorong Pembentukan Holding UMKM Lampung

Manfaat Nyata Mesin Dryer bagi Pendapatan Petani

Salah satu keberhasilan yang menonjol adalah penggunaan mesin dryer pada komoditas jagung. Di desa yang sudah memiliki fasilitas ini, harga jagung mampu bertahan stabil di angka Rp4.000 per kilogram. Sementara di desa tanpa pengering, harga cenderung merosot tajam.

Menurut Gubernur Mirza, efisiensi ini memberikan dampak kantong yang nyata bagi masyarakat. “Tambahan pendapatan petani bisa mencapai sekitar Rp1 juta per hektare hanya karena adanya dryer. Ini sangat besar pengaruhnya bagi kesejahteraan keluarga di desa,” tegasnya.

Baca Juga  Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Saat ini, Pemprov menargetkan penyaluran hingga 500 unit mesin pengering untuk seluruh wilayah Lampung. Selain infrastruktur mesin, pemerintah juga berkomitmen mempercepat perbaikan jalan provinsi untuk melancarkan distribusi hasil panen.

Di sisi lingkungan, Lampung juga menargetkan penanaman 9 juta pohon hingga 2029 guna menjaga kawasan hulu. Gubernur berharap sinergi antara pemerintah dan dunia usaha ini dapat menciptakan ekosistem pertanian yang adil dan berkelanjutan di Lampung.(*)

Berita Terkait

Pelantikan Apdesi Merah Putih, Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Pertanian di Desa
Cegah TPPO, Kampung Terbanggi Besar Jadi Desa Binaan Imigrasi
Pembentukan Desa Sadar HAM di Lampung Perkuat Hak Masyarakat
Pemprov Lampung Libatkan Peran Aktif Apdesi
Kolaborasi Program Desaku Maju Perkuat Ekonomi Desa di Lampung
Program Desa Helau Dongkrak Indeks Pembangunan Manusia Lampung Selatan
Program Desaku Maju Lampung Sasar 800 Titik POC, Fokus Hilirisasi Pertanian
Dinas PMDT Lampung Fokuskan Pembinaan untuk Dorong Target BUMDES Maju

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:57 WIB

Pelantikan Apdesi Merah Putih, Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Pertanian di Desa

Kamis, 23 April 2026 - 23:12 WIB

Cegah TPPO, Kampung Terbanggi Besar Jadi Desa Binaan Imigrasi

Rabu, 22 April 2026 - 23:20 WIB

Pembentukan Desa Sadar HAM di Lampung Perkuat Hak Masyarakat

Rabu, 22 April 2026 - 23:10 WIB

Pemprov Lampung Libatkan Peran Aktif Apdesi

Selasa, 21 April 2026 - 18:00 WIB

Kolaborasi Program Desaku Maju Perkuat Ekonomi Desa di Lampung

Berita Terbaru