Program Green Hajj, Ubah Sampah Jadi Kompos dan Wakaf Pohon Produktif

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program Green Hajj pengelolaan sampah rumah tangga. (Ilustrasi: Kitani.id)

Program Green Hajj pengelolaan sampah rumah tangga. (Ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Persoalan sampah rumah tangga yang kian meresahkan dan mengancam lingkungan masa depan.

Solusi: Pengolahan sampah dari hulu (keluarga) menggunakan bantuan bakteri serta kampanye Green Hajj melalui wakaf pohon produktif.

Data: Generasi Z dan milenial kini mendominasi sekitar 25 persen pendaftar haji Indonesia, menjadikannya target utama sosialisasi kesadaran lingkungan.

(Kitani.id): Masalah sampah bukan lagi sekadar kotoran di sudut jalan, melainkan ancaman nyata bagi masa depan umat manusia. Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas, menegaskan bahwa solusi terbaik menghadapi persoalan ini harus dimulai dari titik paling awal, yaitu keluarga.

Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (14 Maret 2026), Anwar Abbas mengajak setiap rumah tangga untuk mulai mandiri mengolah limbahnya sendiri. Salah satu cara sederhana yang ditawarkan adalah mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos dengan bantuan bakteri.

“Masalah sampah sangat meresahkan. Kalau kita berbicara dari hulu, maka itu berarti dari rumah tangga. Bagaimana sampah itu bisa diolah dengan bantuan bakteri sehingga bisa menjadi kompos,” ujarnya.

Ibadah Haji yang Peduli Lingkungan

Semangat menjaga bumi ini kini diselaraskan dengan ibadah haji melalui program Green Hajj. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Haji (BPKH) dengan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah.

Anggota BP BPKH, Harry Alexander, menjelaskan bahwa Green Hajj bertujuan membangun kesadaran jemaah agar ibadah yang mereka jalankan juga membawa dampak positif bagi alam. Nantinya, sebuah buku panduan praktis akan diterbitkan dalam bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris sebagai referensi muslim dunia.

Menariknya, panduan ini juga memuat gerakan wakaf pohon produktif. Langkah ini sangat relevan bagi masyarakat pedesaan karena pohon yang ditanam tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Manfaat Ekonomi dan Biodiversitas

Konsep wakaf pohon ini tidak main-main. Sebagai contoh, penanaman komoditas tertentu di lahan luas bisa menghasilkan pendapatan rutin bulanan bagi masyarakat sekaligus menjaga keanekaragaman hayati atau biodiversitas.

“Misalnya kita memiliki lahan yang ditanami kelapa, maka setiap bulan bisa menghasilkan pendapatan jutaan rupiah. Selain manfaat ekonomi, kita juga mendapatkan manfaat biodiversitas,” tambah Harry.

Program ini diharapkan mampu menyentuh kesadaran generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z. Mengingat mereka mencakup seperempat dari total pendaftar haji di Indonesia, peran anak muda sangat krusial untuk memastikan ekosistem bumi tetap terjaga melalui kebiasaan kecil dari rumah dan ibadah yang ramah lingkungan.(*)

Berita Terkait

Jaga Keseimbangan Alam, 942 Burung Hasil Sitaan Kembali ke Hutan
Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti
Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan
Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor
Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia
Solusi Permanen Konflik Gajah TNWK, Pagar Pembatas 138 Kilometer Mulai Dibangun
Wamen LHK Rohmat Marzuki Ajak Rimbawan Perkuat Ekonomi Hijau di Bulan Ramadan
Hari Bakti Rimbawan, Momentum Perkuat Jati Diri Penjaga Hutan

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 23:20 WIB

Jaga Keseimbangan Alam, 942 Burung Hasil Sitaan Kembali ke Hutan

Rabu, 8 April 2026 - 23:24 WIB

Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti

Sabtu, 4 April 2026 - 23:58 WIB

Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan

Sabtu, 4 April 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:56 WIB

Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia

Berita Terbaru

Menggenjot serapan menu ayam dan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mendesak kepatuhan terhadap regulasi harga.(Foto: ist)

Peternakan

Stabilisasi Harga Ayam Broiler Lewat Menu Makan Bergizi Gratis

Kamis, 11 Jun 2026 - 16:38 WIB