Reformasi Kelembagaan Perkuat Tata Kelola Kehutanan Indonesia

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan Menteri PANRB Rini Widyantini dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. (Foto: ist)

Pertemuan Menteri PANRB Rini Widyantini dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. (Foto: ist)

Inti Berita

Masalah: Tantangan pengelolaan hutan yang dinamis dan risiko tumpang tindih kewenangan antarlembaga.

Solusi: Penataan struktur organisasi, koordinasi terintegrasi, dan penguatan kapasitas SDM di Kementerian Kehutanan.

Data: Pertemuan Menteri PANRB Rini Widyantini dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

(Kitani.id): Pemerintah berupaya memperkuat tata kelola sektor kehutanan melalui penataan lembaga dan sumber daya manusia.

Langkah strategis ini dibahas dalam pertemuan penting antara Menteri PANRB Rini Widyantini dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Jakarta. Fokus utamanya adalah memastikan kebijakan pengelolaan hutan bisa menyentuh hingga tingkat lapangan secara efektif.

Menteri PANRB Rini Widyantini menegaskan bahwa struktur organisasi yang baru harus mampu memperkuat koordinasi. Penataan ini bertujuan agar program pemerintah selaras dengan kebutuhan nyata di kawasan hutan.

Baca Juga  Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan

Selain itu, sinkronisasi antara unit pusat, unit pelaksana teknis, serta pemerintah daerah menjadi kunci agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

“Penataan kelembagaan harus mampu memperkuat koordinasi dan integrasi pelaksanaan kebijakan di lapangan. Struktur yang dibangun perlu memastikan program pemerintah berjalan efektif dan selaras dengan kebutuhan pengelolaan hutan,” ujar Rini Widyantini, Jumat (13 Maret 2026).

Investasi Jangka Panjang Melalui Ekosistem Hutan

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa kelembagaan yang adaptif sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan zaman.

Menurutnya, upaya menjaga dan memulihkan hutan bukan sekadar tugas rutin, melainkan sebuah investasi jangka panjang. Oleh karena itu, organisasi di bawahnya harus lincah dalam merespons berbagai isu strategis di sektor kehutanan.

Baca Juga  Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia

“Upaya menjaga dan memulihkan ekosistem hutan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang. Karena itu, kelembagaan yang ada perlu disesuaikan agar mampu mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan,” jelas Raja Juli Antoni.

Ia menambahkan bahwa penguatan koordinasi di tingkat tapak sangat krusial. Tujuannya adalah agar setiap kebijakan yang lahir di Jakarta dapat terimplementasi dengan baik oleh petugas di lapangan. Dengan begitu, pengelolaan hutan tidak hanya bagus di atas kertas, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh lingkungan.

Penguatan SDM dan Skala Prioritas

Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto mengingatkan pentingnya penetapan skala prioritas. Penataan lembaga harus difokuskan pada wilayah atau isu-isu yang paling membutuhkan perhatian mendesak. Pendekatan ini memastikan anggaran dan tenaga kerja digunakan secara optimal untuk hasil yang maksimal.

Baca Juga  Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

“Pendekatan berbasis prioritas menjadi penting agar penguatan organisasi dapat difokuskan pada wilayah dan isu yang paling membutuhkan perhatian,” tegas Purwadi Arianto.

Selain struktur organisasi, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada pengembangan kapasitas aparatur. Peningkatan kompetensi petugas perlindungan hutan dan pengembangan jabatan fungsional menjadi agenda utama. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan hutan Indonesia memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat luas. (*)

Berita Terkait

Jaga Keseimbangan Alam, 942 Burung Hasil Sitaan Kembali ke Hutan
Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti
Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan
Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor
Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia
Solusi Permanen Konflik Gajah TNWK, Pagar Pembatas 138 Kilometer Mulai Dibangun
Wamen LHK Rohmat Marzuki Ajak Rimbawan Perkuat Ekonomi Hijau di Bulan Ramadan
Hari Bakti Rimbawan, Momentum Perkuat Jati Diri Penjaga Hutan

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 23:20 WIB

Jaga Keseimbangan Alam, 942 Burung Hasil Sitaan Kembali ke Hutan

Rabu, 8 April 2026 - 23:24 WIB

Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti

Sabtu, 4 April 2026 - 23:58 WIB

Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan

Sabtu, 4 April 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:56 WIB

Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB