Rycko Menoza Dorong PT Japfa Lampung Serap Maksimal Jagung dan Ternak Petani Lokal

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VII DPR RI, Rycko Menoza. (Foto: ist)

Anggota Komisi VII DPR RI, Rycko Menoza. (Foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Perlunya stabilitas harga bahan pokok dan penyerapan hasil tani lokal yang lebih maksimal.

Solusi: Kolaborasi industri sebagai offtaker (pembeli) hasil panen jagung dan peternakan rakyat.

Data/Biaya: Kunjungan spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Japfa Comfeed Lampung pada Jumat, 30 Januari 2026.

(Kitani.id): Anggota Komisi VII DPR RI, Rycko Menoza, MBA, menaruh harapan besar pada keberadaan industri pangan skala nasional di Lampung. Hal ini ia sampaikan saat mengunjungi PT Japfa Comfeed Indonesia Unit Lampung. Kunjungan ini bertujuan memastikan industri strategis siap mendukung ketahanan pangan.

Baca Juga  Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng

Rycko menegaskan bahwa PT Japfa harus memberikan manfaat nyata, khususnya bagi warga Kabupaten Lampung Selatan. Wilayah ini dikenal memiliki potensi pertanian dan peternakan yang sangat besar. Contohnya di daerah Tanjung Sari yang sudah lama tersohor sebagai pusat peternakan nasional.

Hilirisasi Pertanian untuk Stabilkan Harga Bahan Pokok

Menurut Rycko, pasar lokal harus diprioritaskan sebelum produk dijual ke luar daerah. Ia berharap PT Japfa bisa membantu menstabilkan harga bahan-bahan pokok di tingkat petani dan peternak. Dengan begitu, hasil jerih payah petani Lampung Selatan memiliki nilai tawar yang lebih baik.

Baca Juga  ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

Senada dengan itu, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyebut industri pangan sebagai sektor vital. Lampung sangat beruntung menjadi lokasi salah satu unit perusahaan agri-food terintegrasi terbesar di tanah air. Kehadiran industri ini menjadi penentu stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.

Pimpinan rombongan, Chusnunia Chalim, juga mencatat bahwa sekitar 50 persen bahan baku pakan ternak di sini berasal dari jagung lokal. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan bahan baku dilakukan secara hati-hati agar tidak merugikan UMKM.

Baca Juga  Perkuat Tata Niaga Singkong, Pemprov Lampung Gandeng Kemendag

Peningkatan produktivitas jagung harus didukung irigasi yang baik agar industri pakan ternak tetap stabil sepanjang tahun.(*)

Berita Terkait

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:06 WIB

Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru