Pendaftaran Magang Jepang PYFLTJ Dibuka, Petani Muda Lampung Berpeluang Belajar Pertanian Modern

Jumat, 6 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Elvira Umihanni menjelaskan kesempatan pada Kementerian Pertanian yang membuka pendaftaran Young Farm Leader Training in Japan (PYFLTJ) untuk mencetak petani muda mandiri.(foto: ist)

Elvira Umihanni menjelaskan kesempatan pada Kementerian Pertanian yang membuka pendaftaran Young Farm Leader Training in Japan (PYFLTJ) untuk mencetak petani muda mandiri.(foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Kebutuhan akan regenerasi petani profesional yang menguasai teknologi pertanian modern untuk membangun kedaulatan pangan.

Solusi: Kementerian Pertanian membuka pendaftaran Young Farm Leader Training in Japan (PYFLTJ) untuk mencetak petani muda mandiri.

Data: Program ini menargetkan pemuda usia 20-27 tahun dengan pengalaman usaha tani minimal 2 tahun.

(Kitani.id): Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, mengungkapkan Kementerian Pertanian Republik Indonesia kembali membuka kesempatan emas bagi pemuda di daerah, termasuk para penggerak pertanian di Lampung.

Melalui program Young Farm Leader Training in Japan (PYFLTJ), para petani muda berkesempatan belajar langsung mengenai manajemen dan teknologi pertanian modern di Negeri Sakura.

Baca Juga  Koperasi Desa Merah Putih Harus Fokus Jadi Agregator Produk UMKM

Program unggulan ini merupakan hasil kerja sama panjang dengan Japan Agricultural Exchange Council yang telah berjalan sejak tahun 1984.

“Program ini bertujuan mencetak petani muda profesional, mandiri, dan siap membangun pertanian Indonesia setelah kembali nanti,” terang Elvira merujuk pengumuman resmi dari Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Jumat (6 Maret 2026).

Syarat Teknis dan Dokumen Peserta

Bagi pemuda Lampung yang berminat, terdapat beberapa kriteria utama yang harus dipenuhi. Calon peserta wajib berkebangsaan Indonesia dengan rentang usia 20 hingga 27 tahun.

Selain itu, pendaftar minimal harus lulusan SMA/SMK, namun bagi yang memiliki latar belakang pendidikan pertanian akan lebih diutamakan dalam proses seleksi.

Baca Juga  Sinergi Pemprov dan Partai Politik Kawal Swasembada Pangan di Lampung

Selanjutnya, calon peserta harus memiliki pengalaman nyata di lapangan, yakni memiliki usaha tani yang sudah berjalan minimal selama 2 tahun. Keaktifan dalam kelompok tani atau usaha pertanian lokal juga menjadi poin penting.

Secara fisik, pendaftar disyaratkan sehat jasmani dan rohani, tidak bertato, tidak cacat tetap, serta tidak buta warna.

Adapun dokumentasi administrasi yang perlu disiapkan antara lain:

• Surat lamaran dan CV terbaru.

• Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga.

• Ijazah terakhir dan surat keterangan sehat.

• Surat rekomendasi dari Dinas Pertanian atau kelompok/organisasi tani.

Baca Juga  Kolaborasi Program Desaku Maju Perkuat Ekonomi Desa di Lampung

• Surat pernyataan komitmen serta izin dari orang tua.

Prosedur Pendaftaran dan Seleksi

Proses rekrutmen dimulai dari tahap pengusulan oleh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota setempat atau UPT Pusat Pelatihan Pertanian. Setelah lolos seleksi administrasi, peserta akan mengikuti rangkaian wawancara, tes kesehatan, hingga pelatihan sekaligus seleksi lanjutan.

Tahap akhir meliputi penetapan peserta dan pembekalan final sebelum keberangkatan ke Jepang. Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran ini dapat diakses melalui Dinas Pertanian Kabupaten/Kota setempat.

Pastikan seluruh dokumen siap agar peluang untuk memperdalam ilmu pertanian di kancah internasional semakin terbuka lebar bagi petani muda Lampung.(*)

Berita Terkait

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:06 WIB

Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru