NTP Lampung Maret 2026 Turun Lagi, Daya Beli Petani Tertekan

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perlunya stabilitas harga jual di tingkat produsen serta pengendalian biaya transportasi dan sarana produksi untuk kembali menstabilkan NTP. (Ilustrasi: Kitani.id)

Perlunya stabilitas harga jual di tingkat produsen serta pengendalian biaya transportasi dan sarana produksi untuk kembali menstabilkan NTP. (Ilustrasi: Kitani.id)

(Kitani.id): Kabar kurang sedap kembali menyambangi sektor pertanian di Bumi Ruwa Jurai. Pasalnya, NTP (nilai tukar petani) Lampung Maret 2026mencatatkan tren penurunan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut sejak awal tahun.

Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa kesejahteraan para petani kita sedang dalam tekanan yang cukup serius. Statistisi Ahli Muda BPS Lampung, M. Sabiel Adi Prakasa, mengungkapkan bahwa indikator ini sangat penting untuk mengukur daya tukar hasil tani.

Baca Juga  Kok Bisa TNI, Polri dan Kadin Punya Seribu Dapur MBG?

Namun, realitanya harga hasil pertanian yang diterima petani turun sebesar 1,08 persen. Sementara itu, indeks biaya yang harus dibayar petani justru merangkak naik sekitar 0,41 persen.

“Ini menunjukkan daya beli petani mengalami tekanan,” jelas Sabiel pada Rabu (1 April 2026). Dia menambahkan bahwa selain biaya produksi, kenaikan harga kebutuhan rumah tangga juga ikut naik. Terutama pada sektor transportasi yang menyumbang kenaikan indeks konsumsi sebesar 0,98 persen di wilayah Lampung.

Baca Juga  Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Apabila kita melihat lebih detail, subsektor peternakan menjadi yang paling rendah dengan angka 99,27. Penurunan ini juga merembet pada Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian yang merosot hingga 1,33 persen.

Jika situasi ini tidak segera membaik, stabilitas ekonomi pedesaan di Lampung tentu akan sangat terdampak.(*)

Berita Terkait

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:06 WIB

Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru