Mentan Amran Sulaiman Larang Jual Beli Bantuan dan Fee Sektor Pertanian

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: ist)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Adanya risiko ketidaktepatan sasaran dan praktik pungutan liar (fee) dalam penyaluran bantuan serta alat mesin pertanian.

Solusi: Pengetatan integritas pejabat, sanksi pemecatan bagi pelanggar, serta pemberdayaan PPL sebagai garda terdepan di pelosok.

Data: Pelantikan 54 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama untuk mempercepat program swasembada pangan dan ekspor beras.

(Kitani.id): Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan seluruh jajarannya agar menjaga integritas. Hal ini bertujuan agar penyaluran bantuan pertanian selalu tepat sasaran dan transparan. Selain itu, bantuan tersebut harus benar-benar mendukung peningkatan produksi serta kesejahteraan petani di daerah.

Baca Juga  Sinergi Pemprov Lampung dan BKKBN Perkuat Pembangunan Keluarga

“Tidak boleh ada jual beli bantuan, tidak boleh ada fee. Kalau ada yang melanggar, saya pastikan diberhentikan. Cari petani yang paling membutuhkan, sampai ke pelosok,” tegas Amran saat melantik pejabat baru di Jakarta, akhir pekan lalu.

Selanjutnya, Amran juga menekankan pentingnya memastikan alat dan mesin pertanian tepat sasaran. Ia meminta jajarannya mengawasi harga pupuk agar sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain itu, laporan harian Luas Tambah Tanam (LTT) harus dievaluasi secara disiplin setiap waktu.

Baca Juga  Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Target Swasembada dan Ekspor Beras Nasional

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) kini menjadi perhatian utama sebagai pasukan terdepan pemerintah. “PPL adalah pasukan terdepan kita. Pimpin, bina, dan berdayakan mereka. Sampaikan capaian, inovasi, dan kebijakan kepada petani,” ujar Amran di hadapan para pejabat.

Indonesia saat ini sedang mengejar capaian besar dalam sektor pangan nasional. Untuk pertama kalinya, Indonesia mampu mencatatkan lompatan kinerja pertanian yang cukup signifikan. Hal ini termasuk perbaikan tata kelola keuangan serta peningkatan produksi yang berdampak pada stabilitas harga pangan dunia.

Baca Juga  Rembuk Tani Lampung dan Kedaulatan Pangan Indonesia

Ke depan, Kementerian Pertanian menargetkan capaian yang lebih ambisius bagi petani. Target tersebut meliputi ekspor beras hingga swasembada gula putih tanpa impor. “Amanah ini untuk negara, untuk petani, dan untuk Republik yang kita cintai,” kata Amran menutup sambutannya.(*)

Berita Terkait

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:06 WIB

Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru