Koperasi Desa Merah Putih Bakal Serap 1,6 Juta Tenaga Kerja

Minggu, 15 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (foto: ist)

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Rantai distribusi pangan yang panjang dan minimnya lapangan kerja desa.

Solusi: Pembangunan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih sebagai pusat ekonomi.

Data: Potensi serapan 1,6 juta tenaga kerja langsung di seluruh Indonesia.

(Kitani.id): Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan membawa kabar baik bagi warga desa. Pemerintah berencana membangun 80 ribu Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Indonesia. Proyek besar ini diprediksi mampu menyerap hingga 1,6 juta tenaga kerja langsung.

Zulkifli Hasan menyampaikan hal tersebut dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2). Menurutnya, setiap koperasi nantinya akan mempekerjakan rata-rata 20 orang.

Baca Juga  Kendalikan Inflasi Daerah, Pemprov Lampung Simak Arahan Tegas Kemendagri

“Jadi kalau 80 ribu terbangun, tenaga kerja langsung kira-kira 1,6 juta,” ujarnya. Selain itu, jutaan mitra tani dan peternak juga akan ikut terhubung. Skema ini bertujuan menciptakan ekosistem ekonomi desa yang jauh lebih kuat.

Memangkas Rantai Distribusi Pangan yang Panjang

Selanjutnya, Koperasi Desa Merah Putih akan berfungsi sebagai offtaker hasil produksi masyarakat. Koperasi akan menampung hasil tani saat harga pasar sedang turun drastis.

Langkah ini memberikan kepastian pendapatan bagi petani, peternak, hingga para nelayan. Harapannya, produsen di desa tidak lagi mengalami kerugian akibat distribusi yang tersendat.

Baca Juga  Sinergi Pemprov Lampung dan BKKBN Perkuat Pembangunan Keluarga

Kemudian, Zulkifli menegaskan bahwa koperasi akan memotong rantai pasok yang panjang. Selama ini, petani mendapat untung kecil karena terlalu banyak perantara distribusi.

“Koperasi Desa Merah Putih ini juga akan memotong rantai pasok,” tegasnya. Dengan demikian, harga di tingkat konsumen bisa menjadi jauh lebih terjangkau.

Target Pembangunan Koperasi Desa Tahun 2026

Sementara itu, pemerintah menargetkan 30.008 koperasi selesai dibangun pada tahun 2026. Koperasi desa juga berperan sebagai pemasok utama program layanan gizi nasional.

Baca Juga  Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Hal ini memastikan setiap program pemerintah menggunakan produk asli dari masyarakat desa. Perputaran uang pun diharapkan tetap berada di lingkup ekonomi lokal desa.

Lebih lanjut, penguatan ekonomi ini menjadi strategi menciptakan pusat pertumbuhan baru. Pemerintah optimis model koperasi ini mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan.

Zulkifli mengajak semua pihak mendukung kemandirian pangan melalui wadah koperasi. “Koperasi juga akan bermitra dengan UMKM dan sektor lainnya,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:06 WIB

Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru