Kementan Siapkan 5,9 Miliar Benih Tebu Unggul Demi Kejar Swasembada Gula

Rabu, 11 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyaluran bantuan 5,9 miliar mata benih tebu unggul untuk penuhi target swasembada gula nasional. (foto: ist)

Penyaluran bantuan 5,9 miliar mata benih tebu unggul untuk penuhi target swasembada gula nasional. (foto: ist)

Inti Berita:
Masalah: Ketergantungan impor gula dan perlunya peningkatan produktivitas tebu rakyat di tingkat hulu.

Solusi: Penyaluran bantuan 5,9 miliar mata benih tebu unggul untuk memperluas areal tanam nasional.

Data: Target luas tanam 99.547 hektare di 74 kabupaten dengan sasaran produksi 3 juta ton gula pada 2026.

(Kitani.id): Kementerian Pertanian tengah memacu penguatan sektor perkebunan tebu rakyat secara besar-besaran. Langkah strategis ini bertujuan untuk mempercepat pencapaian swasembada gula nasional yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan dukungan bibit berkualitas bagi para petani di berbagai daerah.

Pemerintah menargetkan penyaluran 5,9 miliar mata benih tebu pada tahun 2026. Bantuan ini diproyeksikan mampu mencakup pengembangan areal tanam seluas 99.547 hektare. Program ambisius tersebut akan dilaksanakan menyebar di 10 provinsi dan 74 kabupaten seluruh Indonesia.

Baca Juga  Ayam Lebih Sehat dan Bebas Bergerak, Intip Keunggulan Sistem Cage Free

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembenahan sistem produksi dilakukan secara menyeluruh. Dikatakannya fokus utama pemerintah adalah memastikan petani tebu meraih keuntungan maksimal. Strategi ini mencakup perbaikan dari sektor hulu hingga hilir secara terintegrasi.

“Kami melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir, mulai dari benih, pola tanam, sistem hilirisasi, hingga aspek pemasaran. Tujuannya sederhana, pekebun harus mendapatkan keuntungan,” ujar Amran dalam keterangannya, Selasa (10 Maret 2026).

Baca Juga  Daya Beli Petani Lampung Melemah Empat Bulan Berturut-turut

Fondasi Benih Unggul untuk Petani

Peningkatan produksi gula nasional diharapkan mampu menyentuh angka 3 juta ton. Target ini sejalan dengan optimalisasi lahan yang sudah dimulai sejak tahun 2025 lalu. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada ketersediaan benih yang memiliki kualitas standar unggul.

Plt Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menjelaskan pentingnya akses benih bagi pekebun. Menurutnya, benih berkualitas adalah kunci utama untuk meningkatkan rendemen atau kadar gula. Hal ini menjadi fondasi penting agar hasil panen petani semakin bernilai tinggi.

Baca Juga  Sistem Cage Free, Langkah Modern Tingkatkan Kesejahteraan Ayam Petelur

“Benih merupakan fondasi utama dalam budi daya tebu. Melalui program bantuan benih ini, pemerintah ingin memastikan pekebun memperoleh akses terhadap benih unggul sehingga produktivitas dan rendemen tebu dapat meningkat,” kata Roni.

Selanjutnya, pemerintah akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan penangkar benih lokal. Upaya ini dilakukan agar penyaluran bantuan bisa berjalan tepat waktu dan tepat sasaran. Harapannya, kesejahteraan petani tebu meningkat dan ketergantungan impor gula dapat segera teratasi.(*)

Berita Terkait

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok
Daya Beli Petani Lampung Melemah Empat Bulan Berturut-turut
Kebijakan Presiden Turunkan Harga Pupuk Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Senin, 11 Mei 2026 - 08:58 WIB

ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:42 WIB

Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB