Impor Unggas RI Masih Dibatasi Arab Saudi, Produk Olahan Jadi Tumpuan Ekspor

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Impor unggas Indonesia masih dibatasi Arab Saudi sejak 2004 akibat kebijakan sanitari avian influenza.(ilustrasi:Kitani.id)

Impor unggas Indonesia masih dibatasi Arab Saudi sejak 2004 akibat kebijakan sanitari avian influenza.(ilustrasi:Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Impor unggas Indonesia masih dibatasi Arab Saudi sejak 2004 akibat kebijakan sanitari avian influenza.

Solusi: Kementan memperkuat biosekuriti dan diplomasi veteriner, serta mendorong ekspor produk olahan ayam.

Data: Populasi unggas 3,9 miliar ekor; ekspor olahan ke Arab Saudi 2023 sebesar USD 294 ribu dan 2024 menembus USD 132 juta; 2025 izin produk retort sterilized untuk haji.

(Kitani.id):  Arab Saudi masih membatasi impor unggas dari Indonesia sejak 2004 akibat kebijakan sanitari berbasis risiko terkait avian influenza.

Pembatasan diberlakukan oleh Saudi Food and Drug Authority (SFDA) dan diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan penyakit unggas global. Produk unggas segar seperti karkas dan telur hingga kini belum memperoleh persetujuan akses pasar.

Baca Juga  Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu

Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan kebijakan tersebut merupakan mekanisme reguler dalam perdagangan internasional dan tidak secara langsung mencerminkan kondisi terkini sistem kesehatan hewan nasional.

Secara ekonomi, dampaknya terhadap industri unggas nasional dinilai terbatas. Pasar domestik tetap menjadi penopang utama produksi.

Indonesia merupakan produsen unggas terbesar di ASEAN dengan populasi sekitar 3,9 miliar ekor. Kapasitas produksi nasional bahkan telah melampaui kebutuhan dalam negeri

Kementan Perkuat Biosekuriti, Produk Olahan Jadi Andalan Ekspor

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda, menegaskan penguatan sistem kesehatan hewan menjadi prioritas utama pemerintah.

Baca Juga  MBG di Mata Purbaya, Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis

“Biosekuriti, surveilans penyakit, serta penerapan zonasi dan kompartemen kami jalankan konsisten sebagai standar nasional. Ini fondasi kepercayaan pasar internasional,” ujarnya, Jumat (27 Februari 2026).

Pemerintah memperkuat biosekuriti berlapis di sentra produksi, meningkatkan surveilans penyakit dan vaksinasi berbasis risiko, serta memperketat pengendalian lalu lintas unggas.

Sistem sertifikasi kesehatan veteriner juga diselaraskan dengan standar World Organisation for Animal Health (WOAH) guna memastikan produk unggas Indonesia memenuhi ketentuan internasional.

Di tengah pembatasan unggas segar, produk olahan ayam justru menunjukkan tren positif. Produk yang telah melalui proses pemanasan pada suhu yang mampu membunuh virus Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) tetap dapat diekspor.

Baca Juga  Program Makan Bergizi Gratis Beri Jaminan Pasar Bagi Petani

Pada 2023, ekspor produk olahan ayam ke Arab Saudi tercatat 19 ton senilai 294.654 dolar AS. Tahun 2024, ekspor produk olahan ayam lainnya meningkat signifikan hingga menembus lebih dari 132 juta dolar AS.

Pada 2025, Indonesia juga memperoleh izin ekspor produk heat-treated retort sterilized seperti semur ayam, opor ayam, dan rendang ayam untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia.

Pemerintah memastikan komunikasi teknis dengan otoritas Arab Saudi terus berjalan untuk membuka peluang pemulihan akses pasar secara bertahap, terutama melalui jalur produk olahan.(*)

Berita Terkait

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:06 WIB

Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru