Impor Induk Ayam Amerika Murah, Peternak Lampung Waspada Banjir Stok

Sabtu, 28 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia berencana mengimpor 580.000 induk ayam (GPS) dari AS dengan harga sangat murah, yang berisiko memicu kelebihan pasokan (oversupply).(Infografis: Kitani.id)

Indonesia berencana mengimpor 580.000 induk ayam (GPS) dari AS dengan harga sangat murah, yang berisiko memicu kelebihan pasokan (oversupply).(Infografis: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Indonesia berencana mengimpor 580.000 induk ayam (GPS) dari AS dengan harga sangat murah, yang berisiko memicu kelebihan pasokan (oversupply).

Solusi: Kuota impor disarankan tidak melebihi 600.000 ekor agar pasar tetap stabil, meski ada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Data: Harga impor hanya Rp493 ribu/ekor (diskon 50% dari harga normal USD 60-70). Kuota impor 2026 melonjak jadi 800.000 ekor.

(Kitani.id): Rencana pemerintah mendatangkan ratusan ribu induk ayam atau Grand Parent Stock (GPS) dari Amerika Serikat membawa kabar mengejutkan. Pasalnya, harga yang disepakati jauh di bawah harga pasar normal.

Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan peternak mandiri dan UMKM sektor unggas mengenai masa depan harga ayam di tingkat peternak. Kesepakatan ini tertuang dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Baca Juga  Genjot Hilirisasi Pangan, Pemprov Lampung Siapkan Empat Kawasan Industri Strategis

Indonesia berencana mengimpor 580.000 ekor GPS dengan nilai mencapai USD 17 juta hingga USD 20 juta. Jika dihitung dengan kurs saat ini, harga per ekor induk ayam tersebut hanya sekitar Rp493 ribu.

Harga Murah yang Mencurigakan

Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Pardjuni, menanggapi angka tersebut dengan penuh tanya. Menurutnya, harga normal induk ayam saat ini biasanya berada di kisaran USD 60 hingga USD 70 atau sekitar Rp1 juta lebih per ekornya.

“Kalau saya hitung harga GPS segitu murah. Harga normal GPS sekarang ini sudah mencapai sekitar USD 60-70, apa mungkin harganya diturunkan sampai dengan 50 persen?” ujar Pardjuni pada Rabu (25 Februari 2026).

Baca Juga  Potensi Hilirisasi Komoditas Unggulan, Mentan Amran: Indonesia Jadi Rujukan Dunia

Pardjuni menilai harga yang sangat miring ini bisa menjadi pisau bermata dua bagi peternak lokal. Meskipun biaya pengadaan bibit terlihat lebih hemat, namun potensi banjirnya stok ayam di masa depan justru mengancam stabilitas bisnis peternakan rakyat.

Ancaman Oversupply di Tahun 2028

Dampak dari banyaknya impor induk ayam ini memang tidak langsung terasa sekarang. Namun, Pardjuni menjelaskan bahwa satu ekor GPS berpotensi menghasilkan sekitar 150 ekor bibit ayam (Day Old Chick) per minggu dalam dua tahun ke depan.

Artinya, lonjakan impor tahun 2026 akan berdampak nyata pada tahun 2028. Data menunjukkan kuota impor GPS tahun 2026 melonjak menjadi 800.000 ekor.

Baca Juga  Presiden Prabowo Instruksikan Tutup SPPG Bermasalah yang Sajikan Menu Tak Layak

Padahal, pada tahun 2025 saja kuotanya hanya 578.000 ekor. Jika rencana ini jalan terus, produksi bibit ayam nasional bisa menembus 80 juta ekor per minggu, sementara kebutuhan pasar hanya sekitar 65 juta ekor.

“Jika tahun 2026 ini Makan Bergizi Gratis berjalan 100 persen dengan lauk daging ayam, saya kira sudah cukup dengan kuota GPS seperti tahun lalu. Kalaupun mau ditambah, maksimal 600.000 GPS saja,” tegas Pardjuni mengingatkan agar pemerintah tidak kebablasan dalam menentukan kuota impor. (*)

Berita Terkait

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok
Daya Beli Petani Lampung Melemah Empat Bulan Berturut-turut
Kebijakan Presiden Turunkan Harga Pupuk Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Senin, 11 Mei 2026 - 08:58 WIB

ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:42 WIB

Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB