Hari Bakti Rimbawan, Momentum Perkuat Jati Diri Penjaga Hutan

Senin, 16 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spirit Hari Bakti Rimbawan 2026, penguatan tata kelola berkualitas melalui sembilan nilai dasar rimbawan serta integrasi sektor kehutanan dengan pangan dan energi. (Ilustrasi: Kitani.id)

Spirit Hari Bakti Rimbawan 2026, penguatan tata kelola berkualitas melalui sembilan nilai dasar rimbawan serta integrasi sektor kehutanan dengan pangan dan energi. (Ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Kompleksitas isu kehutanan seperti perubahan iklim, karhutla, dan kemiskinan di desa hutan yang terus meningkat.

Solusi: Penguatan tata kelola berkualitas melalui sembilan nilai dasar rimbawan serta integrasi sektor kehutanan dengan pangan dan energi.

Data: Peringatan ke-43 tahun 2026 yang mengusung tema “Kerja Ikhlas, Tata Kelola Berkualitas”.

(Kitani.id): Dedikasi para penjaga hutan kembali mendapatkan tempat istimewa dalam peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-43. Bertepatan dengan suasana bulan Ramadan, kegiatan ini dibuka dengan Renungan Suci sebagai ajang refleksi mendalam bagi mereka yang mengabdikan hidup demi kelestarian alam.

Baca Juga  Aturan Baru Nilai Ekonomi Karbon, Petani Hutan Lampung Bakal Lebih Sejahtera?

Mewakili Wakil Menteri Kehutanan, Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Laksmi Wijayanti, menekankan pentingnya memegang teguh jati diri. Ia menyebutkan ada sembilan nilai dasar yang harus menjiwai setiap petugas, yakni jujur, tanggung jawab, disiplin, ikhlas, visioner, adil, peduli, kerja sama, dan profesional.

“Kegiatan Renungan Suci ini terus kita pelihara, agar kita senantiasa konsisten berpijak pada landasan jati diri rimbawan,” jelasnya di Bogor pada Jumat (13 Maret 2026).

Baca Juga  2.651 Desa di Lampung Kini Punya Pos Bantuan Hukum Gratis untuk Warga Kecil

Pengorbanan di Balik Rimba Belantara

Menjaga hutan Indonesia bukanlah perkara mudah karena menuntut pengorbanan fisik maupun mental yang besar. Namun, semangat ini terus dipupuk melalui berbagai kebijakan strategis, mulai dari pencegahan kebakaran hutan (karhutla) hingga pengembangan perhutanan sosial bagi masyarakat desa.

Pemerintah juga terus menyederhanakan perizinan dan meningkatkan transparansi demi keadilan bagi lingkungan dan manusia.

Laksmi menambahkan bahwa rimbawan memegang peran strategis sebagai pahlawan lingkungan yang menghadapi tantangan berat setiap hari.

Baca Juga  Wamen LHK Rohmat Marzuki Ajak Rimbawan Perkuat Ekonomi Hijau di Bulan Ramadan

“Mari kita berkontemplasi, meneguhkan pikiran tentang pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam dan melindungi hutan. Rimbawan bukan hanya sebatas pekerja, tetapi pahlawan yang berjuang melawan tantangan rimba belantara,” tuturnya.

Sebagai bentuk apresiasi, acara ini juga diisi dengan pemberian santunan bagi keluarga rimbawan yang gugur saat bertugas di lapangan.(*)

Berita Terkait

Wamen LHK Rohmat Marzuki Ajak Rimbawan Perkuat Ekonomi Hijau di Bulan Ramadan
Menjaga Napas Hutan, Etika Islam dalam Memanen Kekayaan Alam
Program Green Hajj, Ubah Sampah Jadi Kompos dan Wakaf Pohon Produktif
Reformasi Kelembagaan Perkuat Tata Kelola Kehutanan Indonesia
Pemerintah Siapkan Dana Bangun Pagar Baja Kelilingi Way Kambas
Jaga Hutan Jaga Budaya, Kemenhut dan Kemenbud Perkuat Hutan Adat
Hutan Menyempit, Harimau Sumatra di Lampung Terancam Punah
Tak Hanya Kayu, Indonesia Pamer Strategi Hutan Multi Usaha di Wina Austria

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:28 WIB

Wamen LHK Rohmat Marzuki Ajak Rimbawan Perkuat Ekonomi Hijau di Bulan Ramadan

Senin, 16 Maret 2026 - 14:50 WIB

Hari Bakti Rimbawan, Momentum Perkuat Jati Diri Penjaga Hutan

Senin, 16 Maret 2026 - 02:28 WIB

Menjaga Napas Hutan, Etika Islam dalam Memanen Kekayaan Alam

Sabtu, 14 Maret 2026 - 18:29 WIB

Program Green Hajj, Ubah Sampah Jadi Kompos dan Wakaf Pohon Produktif

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:08 WIB

Reformasi Kelembagaan Perkuat Tata Kelola Kehutanan Indonesia

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB