DPR RI Minta Pupuk Indonesia Gencarkan Edukasi Pupuk Organik ke Petani

Minggu, 15 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Transformasi strategi melalui edukasi pupuk organik dan penguatan sinergi teknologi i-Pubers dengan KUD.(Ilustrasi: ist)

Transformasi strategi melalui edukasi pupuk organik dan penguatan sinergi teknologi i-Pubers dengan KUD.(Ilustrasi: ist)

Inti Berita:

Masalah: Lahan pertanian nasional mulai jenuh dan sistem distribusi digital berisiko meminggirkan peran koperasi desa.

Solusi: Transformasi strategi melalui edukasi pupuk organik dan penguatan sinergi teknologi i-Pubers dengan KUD.

Data: Kunjungan kerja dilakukan pada Kamis, 12 Maret 2026, dengan fokus pada distribusi subsidi 9,55 juta ton.

(Kitani.id): Anggota Komisi VI DPR RI, Budi Sulistyono, memberikan catatan penting bagi PT Pupuk Indonesia (Persero). Dia menekankan bahwa perusahaan negara tersebut harus mengubah strategi dalam mendampingi petani di lapangan.

Karena itu, distribusi tidak boleh hanya fokus pada pupuk kimia saja, melainkan harus mulai beralih ke penggunaan pupuk organik secara masif.

Baca Juga  Cegah Mark Up, Kejagung Pantau Program Makan Bergizi Gratis Lewat Aplikasi Jaga Dapur MBG

Kualitas lahan pertanian nasional saat ini dinilai sudah mulai jenuh akibat penggunaan bahan kimia yang terus-menerus. Maka dari itu, edukasi menjadi kunci utama agar petani bisa beralih ke pola tanam yang lebih berkelanjutan.

Selanjutnya, petugas lapangan diminta tidak hanya mengurusi masalah administrasi, tetapi benar-benar memberikan bimbingan teknis yang nyata kepada para petani kita.

“Saya sangat berharap Pupuk Indonesia ikut bertanggung jawab memberikan sosialisasi tentang pupuk-pupuk organik, pupuk non-kimia. Petugas di lapangan jangan hanya datang untuk mengawasi distribusi, tetapi berikan bimbingan nyata agar petani kita lebih yakin,” pinta Budi, Kamis (12 Maret 2026).

Baca Juga  Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu

Sinergi i-Pubers dan Peran Koperasi Desa

Terkait modernisasi sistem, Budi juga menyoroti penggunaan aplikasi i-Pubers dalam rantai distribusi pupuk. Meskipun teknologi digital sangat membantu, namun keterlibatan lembaga lokal seperti Koperasi Unit Desa (KUD) tidak boleh dihilangkan.

Justru, sinergi antara sistem digital dan lembaga desa akan membuat distribusi menjadi lebih inklusif dan merata hingga ke pelosok. Apalagi, pada tahun 2026ini, volume pupuk subsidi mengalami kenaikan yang cukup signifikan hingga mencapai angka 9,55 juta ton.

Baca Juga  MBG di Mata Purbaya, Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis

Oleh karena itu, pengawasan harus diperketat agar bantuan pemerintah tersebut benar-benar terserap secara adil oleh petani yang membutuhkan. Kedaulatan pangan nasional hanya bisa tercapai jika ada sinkronisasi yang baik antara teknologi dan ekonomi kerakyatan.

“Bagaimana mata rantai pasok ini dikelola tanpa menghilangkan peran satu sama lain. Saya minta jajaran direksi untuk membangun kerja sama yang kuat dengan KUD agar distribusi subsidi ini bisa benar-benar terserap secara adil,” tegasnya menutup pembicaraan.(*)

Berita Terkait

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok
Daya Beli Petani Lampung Melemah Empat Bulan Berturut-turut
Kebijakan Presiden Turunkan Harga Pupuk Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Senin, 11 Mei 2026 - 08:58 WIB

ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:42 WIB

Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB