Petani Lampung Selatan Mulai Go Digital, Urus Sawah Kini Cukup Lewat HP

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Lampung Selatan mendorong digitalisasi pertanian melalui penguatan literasi dan penggunaan aplikasi praktis (IoT & Marketplace).(foto: ist)

Pemkab Lampung Selatan mendorong digitalisasi pertanian melalui penguatan literasi dan penggunaan aplikasi praktis (IoT & Marketplace).(foto: ist)

(Kitani.id): Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kini semakin serius mengajak para petani untuk akrab dengan teknologi. Melalui diskusi hangat di Kalianda, Plt Kepala Diskominfo Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, menekankan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar gaya-gayaan.

Teknologi justru menjadi senjata utama petani untuk memutus rantai tengkulak yang selama ini sering memangkas keuntungan hasil panen. Hendry mencontohkan, sekarang petani bisa memanfaatkan aplikasi seperti Plantix. Cukup dengan memotret daun yang sakit, aplikasi akan memberikan diagnosis penyakit, rekomendasi pupuk, hingga perkiraan biaya produksi secara otomatis.

Baca Juga  Lampung Selatan Siap Jadi Role Model Ekonomi Pertanian Nasional

Tak hanya itu, ramalan cuaca yang akurat juga bisa dipantau langsung dari genggaman. Selain urusan budidaya, akses pasar pun kini terbuka lebar. Lewat platform digital seperti PakTaniDigital, petani bisa menjual hasil panen dan memantau harga pasar secara real time. Hal ini sangat membantu agar petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada rantai distribusi konvensional yang panjang dan melelahkan.

Baca Juga  Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah

Teknologi IoT Jadi Penentu Masa Depan Pertanian

Diskominfo Lampung Selatan berkomitmen untuk terus menyediakan infrastruktur internet yang merata hingga ke desa-desa. Ke depan, penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) akan menjadi penentu.

Dengan sensor khusus, kondisi tanah dan tanaman bisa dipantau dari jarak jauh, sehingga perawatan sawah menjadi lebih presisi dan hemat biaya.

“Mari kita rumuskan bersama fokus digitalisasi pertanian yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif dan memberikan dampak nyata bagi para pelaku di lapangan,” ujar Hendry Kurniawan dalam forum tersebut, Senin (6 April 2026).

Baca Juga  Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, koperasi, dan petani ini diharapkan membuat digitalisasi tidak berhenti di atas kertas. Tujuannya satu: memastikan teknologi benar-benar hadir di pematang sawah dan meningkatkan kesejahteraan keluarga petani di Lampung Selatan.(*)

Berita Terkait

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:06 WIB

Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru