Data Iklim BMKG Jadi Panduan, Penyuluh Kawal Petani Hadapi Cuaca 2026

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inti Berita:

Masalah: Ketidakpastian cuaca ekstrem dan risiko banjir/hama pada musim tanam 2026.

Solusi: Integrasi data iklim BMKG sebagai rujukan utama kalender tanam dan pendampingan penyuluh.

Data: Curah hujan di sentra pangan diprediksi melampaui 2.500 mm per tahun.

(Kitani.id): Kementerian Pertanian kini memperkuat pemanfaatan data iklim dari BMKG. Langkah strategis ini bertujuan untuk mendampingi penyuluh di lapangan. Tujuannya agar stabilitas produksi pangan tetap terjaga aman. Apalagi saat ini tantangan cuaca ekstrem makin sulit ditebak.

Data tersebut akan menjadi rujukan utama bagi para petani. Mulai dari penyusunan kalender tanam hingga pengelolaan air lahan.

Baca Juga  Sinergi Pemprov Lampung dan BKKBN Perkuat Pembangunan Keluarga

Selain itu, mitigasi risiko hama juga menjadi fokus utama. Penyuluh kini menjadi ujung tombak dalam mengambil keputusan berbasis data.

Penyuluh Sebagai Radar Pemerintah di Lapangan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya transformasi data ini. Dia menyebut penyuluh adalah sosok yang sangat krusial bagi petani. Transformasi penyuluhan berbasis data menjadi kunci menghadapi tantangan iklim global.

“Penyuluh adalah radar pemerintah di lapangan. Di era iklim yang sulit ditebak ini, integritas kalian diuji dari seberapa akurat data yang dilaporkan. Jika datanya nyata, maka solusi yang kita berikan untuk petani tidak akan meleset,” tegas Amran.

Baca Juga  Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti juga menekankan pentingnya sinergi. Pihaknya meminta semua pihak bergerak dalam satu irama yang sama. Hal ini penting untuk menghadapi ancaman banjir dan serangan hama. Dengan begitu, petani tetap bisa tanam dan panen dengan tenang.

Waspada Risiko Banjir di Akhir Tahun 2026

Berdasarkan proyeksi terbaru, tahun 2026 memerlukan kewaspadaan yang lebih tinggi. Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Marjuki memaparkan data yang signifikan. Curah hujan di wilayah sentra pangan diperkirakan melampaui 2.500 mm.

Baca Juga  Menengok Pontang-panting Petani Gurem di Lampung

“Memasuki pertengahan tahun 2026, kondisi iklim pada Musim Tanam II diprediksi berada pada kategori kemarau normal,” jelas Marjuki.

Namun, ia mengingatkan adanya potensi hujan lokal yang tidak menentu. Selanjutnya pada Musim Tanam III, risiko banjir diperkirakan meningkat drastis. Marjuki meminta penyuluh mensosialisasikan penguatan drainase dan penggunaan varietas tahan genangan.

“Iklim dari BMKG harus menjadi ‘kitab suci’ baru bagi penyuluh dalam menentukan kalender tanam. Peran penyuluh sebagai penghubung informasi adalah penentu nasib usaha tani di daerah,” pungkas Marjuki.(*)

Berita Terkait

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:06 WIB

Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru