Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ultimatum perbaikan total selama tujuh hari atau penghentian operasional dapur secara permanen.(Ilustrasi: Kitani.id)

Ultimatum perbaikan total selama tujuh hari atau penghentian operasional dapur secara permanen.(Ilustrasi: Kitani.id)

(Kitani.id): Operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tiyuh Lesung Bhakti Jaya, Tulang Bawang Barat, berada di ujung tanduk. Alih-alih menjadi pusat kesehatan, lokasi ini justru menjadi sumber kekhawatiran karena pengelolaan limbah dan sampah yang amburadul.

Jika persoalan lingkungan ini tidak segera dibereskan, dapur yang seharusnya melayani kebutuhan gizi ini justru berpotensi menjadi sarang penyakit bagi warga sekitar.

Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan ultimatum keras kepada pengelola untuk membenahi IPAL dan kebersihan area dalam waktu hanya tujuh hari. Ironisnya, tim Satgas MBG menemukan bahwa pemasangan alat pengolah limbah baru dilakukan secara terburu-buru saat petugas hendak tiba di lokasi.

Baca Juga  MBG di Mata Purbaya, Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis

Ketidakseriusan pengelola terlihat jelas karena teguran serupa sebenarnya sudah dilayangkan sejak Februari, namun terus diabaikan dengan berbagai alasan yang dinilai tidak masuk akal.

Ketegasan ini sangat penting karena program Makan Bergizi Gratis harus menjamin standar keamanan pangan yang mutlak. Keberhasilan program ini bukan hanya soal porsi makan, melainkan juga tentang komitmen menjaga kebersihan lingkungan demi kesehatan jangka panjang masyarakat Tubaba.

Ultimatum Tujuh Hari

Pemerintah tidak main-main dengan keselamatan lingkungan dan standar sanitasi dapur MBG. Surat perjanjian telah ditandatangani oleh semua pihak terkait sebagai jaminan perbaikan.

Baca Juga  Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

“Itu peringatan dari BGN. Jika dalam waktu yang ditentukan tidak dibenahi, dapur harus ditutup,” tegas Ketua Satgas MBG Tubaba, Sofiyan Nur, Jumat (10 April 2026).

Pihak kecamatan pun akan melakukan pengecekan setiap hari untuk memastikan tidak ada lagi alasan keterlambatan. Ketersediaan perlengkapan pendukung seperti oven pembersih wadah makanan (ompreng) juga menjadi catatan yang harus segera dipenuhi pengelola.

Sanksi Pidana Menanti

Persoalan sampah yang berserakan di area dapur turut menjadi perhatian serius Dinas Lingkungan Hidup. Pengelola diingatkan bahwa pencemaran lingkungan bukan sekadar masalah administrasi, melainkan memiliki konsekuensi hukum yang berat.

Baca Juga  Wagub Jihan Panen Melon, Dorong Pertanian Modern Berbasis IoT di SMK

“Harus ada tempat penampungan sampah. Pencemaran lingkungan bisa dikenai sanksi pidana,” jelas perwakilan Dinas LH, Gusron.

Kini, bola panas ada di tangan pengelola Yayasan Bina Bangsa Bitung. Tanpa langkah nyata dalam sepekan ke depan, operasional dapur dipastikan berhenti demi menjaga standar kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. (*)

Berita Terkait

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:06 WIB

Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru