Gubernur Mirza Minta BUMDes Pasok Dapur Makan Bergizi, Perputaran Uang Harus di Desa

Jumat, 6 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Mirza dorong optimalisasi BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih. (Foto: ist)

Gubernur Mirza dorong optimalisasi BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih. (Foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Potensi ketergantungan pasokan pangan dari luar desa untuk program nasional yang bisa membuat uang “lari” ke luar daerah.

Solusi: Optimalisasi BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai penyuplai utama bahan pangan lokal.

Data: Penggunaan teknologi pengolahan di desa berpotensi meningkatkan nilai jual komoditas hingga 15–20 persen.

(Kitani.id): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memberikan arahan tegas kepada seluruh kepala desa atau kepala tiyuh di Lampung. Ia menekankan pentingnya peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Harapannya, desa tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi motor penggerak ekonomi. Peran BUMDes harus dimaksimalkan untuk menyuplai bahan pangan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca Juga  Genjot Hilirisasi Pangan, Pemprov Lampung Siapkan Empat Kawasan Industri Strategis

Langkah ini bertujuan agar rantai pasok pangan tetap dikelola oleh warga setempat. Dengan begitu, ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput dapat tumbuh lebih cepat dan mandiri.

“Uangnya jangan sampai keluar dari tiyuh atau desa. Maksimalkan BUMDes agar menjadi pemasok dapur SPPG,” ujar Gubernur Mirza pada Kamis (5 Maret 2026).

Dorong Kemandirian Lewat Koperasi Desa Merah Putih

Selain BUMDes, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) juga menjadi sorotan. Gubernur mendorong optimalisasi koperasi ini untuk memperkuat pendapatan desa.

Baca Juga  Program Makan Bergizi Gratis Beri Jaminan Pasar Bagi Petani

Menurutnya, kemandirian ekonomi masyarakat akan tercipta jika potensi lokal dikelola secara kreatif dan inovatif tanpa terus bergantung pada APBD.

Pemerintah Provinsi Lampung pun berkomitmen memberikan dukungan nyata bagi petani di desa. Berbagai bantuan sarana disiapkan, mulai dari mesin pengering komoditas hingga teknologi pembuatan pupuk organik cair. Intervensi teknologi ini sangat krusial untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

“Pemerintah siap mendukung peningkatan nilai tambah melalui bantuan sarana, sehingga nilai jual komoditas di desa bisa naik hingga 15–20 persen,” tambahnya.

Selaraskan Program Desa dengan Astacita

Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) diharapkan selaras dengan program Astacita Presiden. Fokus utama meliputi Program Makan Bergizi Gratis, penguatan koperasi, serta layanan cek kesehatan gratis.

Baca Juga  Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Ketiga program ini menjadi prioritas nasional yang harus mendapatkan dukungan penuh di tingkat desa.

Gubernur Mirza mengingatkan bahwa kreativitas dalam mengelola kewenangan lokal adalah kunci di tengah keterbatasan fiskal.

Jika desa mampu menyuplai kebutuhan pangan secara mandiri, maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat secara otomatis. Sinergi antara pemerintah provinsi dan desa menjadi fondasi utama pembangunan Lampung ke depan.

“Maksimalkan peran BUMDes agar bermanfaat bagi desa dan masyarakatnya jadi sejahtera,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:06 WIB

Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru