Alokasi Pupuk Subsidi Lampung 2026 Turun, Petani Harus Siaga

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

infografis jatah pupuk subsidi untuk Lampung. (infografis: Kitani.id)

infografis jatah pupuk subsidi untuk Lampung. (infografis: Kitani.id)

Inti Berita

Masalah: Alokasi pupuk bersubsidi Provinsi Lampung untuk tahun anggaran 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Solusi: Pemerintah telah menetapkan rincian kuota per kabupaten/kota agar penyaluran tetap tepat sasaran bagi petani.

Data: Total alokasi tahun 2026 sebesar 710.711 ton, menurun dari tahun 2025 yang mencatat angka lebih tinggi pada berbagai jenis pupuk.

(Kitani.id): Kabar penting bagi seluruh petani di Bumi Ruwa Jurai terkait ketersediaan pupuk tahun ini. Pemerintah telah resmi menetapkan jatah pupuk subsidi untuk mendukung produksi pangan di Provinsi Lampung.

Provinsi Lampung menerima total alokasi pupuk bersubsidi sektor pertanian sebanyak 710.711 ton pada tahun anggaran 2026. Jumlah ini akan didistribusikan ke seluruh kabupaten dan kota di wilayah Lampung.

Baca Juga  Ketum HKTI: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas KPTPH Lampung, Tubagus Muhammad Rifki, membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, alokasi tersebut terdiri dari beberapa jenis pupuk subsidi yang berbeda.

“Total alokasi meliputi Urea 309.110 ton, NPK 387.830 ton, NPK khusus kakao 7.495 ton, pupuk organik 5.994 ton, dan ZA 282 ton,” ujar Rifki, Selasa (3/2/2026).

Rincian Kuota Pupuk Tiap Kabupaten

Data menunjukkan Kabupaten Lampung Tengah menjadi penerima alokasi terbesar di Lampung. Wilayah ini memperoleh jatah Urea 85.366 ton serta NPK sebanyak 90.720 ton.

Baca Juga  Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Sementara itu, Kabupaten Lampung Timur menyusul dengan kuota Urea 65.150 ton dan NPK 69.840 ton. Di sisi lain, jatah untuk Lampung Selatan tercatat Urea 49.082 ton dan NPK 56.876 ton.

“Kabupaten Lampung Tengah memperoleh Urea 85.366 ton, NPK 90.720 ton, NPK kakao 508 ton, pupuk organik 493 ton, dan ZA 42 ton,” jelas Rifki merinci data.

Selanjutnya, Kabupaten Lampung Utara mendapatkan kuota Urea 21.098 ton. Kemudian, Kabupaten Way Kanan juga memperoleh jatah Urea sebesar 19.034 ton untuk tahun ini.

Baca Juga  Mitigasi El Nino, Petani Lampung Diminta Lakukan Percepatan Tanam Padi

Penurunan Alokasi Dibandingkan Tahun Lalu

Sayangnya, Rifki menambahkan bahwa secara keseluruhan alokasi tahun 2026 ini menurun. Penurunan tersebut terlihat sangat jelas jika dibandingkan dengan data pada tahun 2025.

Berdasarkan data resmi, pada tahun sebelumnya Lampung menerima Urea sebanyak 348.701 ton. Namun, angka tersebut kini berkurang cukup signifikan pada penetapan anggaran tahun 2026.

“Pada tahun sebelumnya, Lampung menerima Urea sebanyak 348.701 ton, NPK 394.280 ton, NPK kakao 13.606 ton, pupuk organik 10.249 ton, dan ZA 107 ton,” tutup Rifki.(*)

Berita Terkait

Serapan Gabah dan Beras Petani Bulog Tembus 3 Juta Ton Juni 2026
101 Usulan Jaringan Irigasi Utama di Provinsi Lampung Siap Sokong Swasembada Pangan
Kelompok Telur Penggerek Batang Jadi Sasaran Gerakan Nasional Kementan
Ketum HKTI: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas
Mitigasi El Nino, Petani Lampung Diminta Lakukan Percepatan Tanam Padi
Konsumsi Sayur Masih Rendah, Program Makan Bergizi Gratis Jadi Solusi Strategis
Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur, Gubernur Mirza Raih KWP Award 2026
Jaga Stok Pangan, Pemprov Lampung Luncurkan Aplikasi eHorti untuk Petani Cabai

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:39 WIB

Serapan Gabah dan Beras Petani Bulog Tembus 3 Juta Ton Juni 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:11 WIB

101 Usulan Jaringan Irigasi Utama di Provinsi Lampung Siap Sokong Swasembada Pangan

Kamis, 30 April 2026 - 14:41 WIB

Kelompok Telur Penggerek Batang Jadi Sasaran Gerakan Nasional Kementan

Selasa, 28 April 2026 - 12:25 WIB

Ketum HKTI: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas

Kamis, 23 April 2026 - 23:05 WIB

Mitigasi El Nino, Petani Lampung Diminta Lakukan Percepatan Tanam Padi

Berita Terbaru