Tak Hanya Kayu, Indonesia Pamer Strategi Hutan Multi Usaha di Wina Austria

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penerapan strategi Multi Usaha Kehutanan (MUK) yang mengintegrasikan hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan, hingga wisata alam. (Ilustrasi: ist)

Penerapan strategi Multi Usaha Kehutanan (MUK) yang mengintegrasikan hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan, hingga wisata alam. (Ilustrasi: ist)

Inti Berita:

Masalah: Selama ini pemanfaatan hutan dunia sering kali hanya terpaku pada hasil kayu, sehingga potensi ekonomi lainnya belum tergarap maksimal.

Solusi: Penerapan strategi Multi Usaha Kehutanan (MUK) yang mengintegrasikan hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan, hingga wisata alam.

Data: Diplomasi ini disampaikan dalam Global Summit di Vienna, Austria (5/3/2026) yang dihadiri perwakilan 60 negara dan 120 organisasi internasional.

(Kitani.id): Hutan Indonesia kini naik kelas di panggung dunia. Dalam ajang bergengsi di Vienna, Austria, Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa masa depan hutan bukan lagi soal tebang kayu semata. Melalui strategi Multi Usaha Kehutanan (MUK), Indonesia menawarkan cara baru mengelola rimba yang lebih produktif sekaligus lestari.

Baca Juga  MUI Haramkan Buang Sampah ke Sungai, Menteri LH Beri Apresiasi

Direktur Iuran dan Penatausahaan Hasil Hutan (IPHH) Kementerian Kehutanan, Krisdianto, menjelaskan bahwa penguatan ekonomi berbasis hutan ini sudah memiliki payung hukum yang kuat. Aturan tersebut memungkinkan para pemegang izin untuk mengelola potensi hutan secara lebih luas dan inklusif.

“Manfaat hutan yang dapat memberikan keuntungan secara ekonomi tidak lagi hanya bertumpu pada hasil kayu. Namun, juga mencakup hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan, hingga wisata alam,” ujar Krisdianto dalam keterangannya, Kamis (5 Maret 2026).

Baca Juga  Pemerintah Siapkan Dana Bangun Pagar Baja Kelilingi Way Kambas

Kemudian, Krisdianto menambahkan bahwa perubahan ini telah diikuti dengan revisi rencana kerja oleh para pengusaha hutan. Langkah ini bertujuan agar potensi ekonomi hijau bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas, bukan hanya segelintir pihak.

Komitmen Global untuk Kelestarian

Pertemuan tingkat tinggi ini dibuka langsung oleh Menteri Pertanian dan Kehutanan Austria, Norbert Totschnig. Ia menekankan bahwa pengelolaan hutan yang berkelanjutan adalah kunci untuk menghadapi perubahan iklim sekaligus menggerakkan roda ekonomi dunia.

Baca Juga  Penataan Embung Teknik Unila, Rektor Tebar 200 Kilogram Benih Ikan

Indonesia sendiri berdiri sejajar dengan negara-negara maju seperti Finlandia dan Jepang dalam menyepakati pentingnya inovasi teknologi. Selain itu, sistem ketertelusuran rantai pasok menjadi fokus utama agar produk hutan kita semakin dipercaya oleh pasar global.

“Pengelolaan hutan lestari bukan hanya tugas Pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh pihak. Terutama bagi mereka yang mengambil manfaat dari hutan itu sendiri,” pungkas Krisdianto. (*)

Berita Terkait

Wamen LHK Rohmat Marzuki Ajak Rimbawan Perkuat Ekonomi Hijau di Bulan Ramadan
Hari Bakti Rimbawan, Momentum Perkuat Jati Diri Penjaga Hutan
Menjaga Napas Hutan, Etika Islam dalam Memanen Kekayaan Alam
Program Green Hajj, Ubah Sampah Jadi Kompos dan Wakaf Pohon Produktif
Reformasi Kelembagaan Perkuat Tata Kelola Kehutanan Indonesia
Pemerintah Siapkan Dana Bangun Pagar Baja Kelilingi Way Kambas
Jaga Hutan Jaga Budaya, Kemenhut dan Kemenbud Perkuat Hutan Adat
Hutan Menyempit, Harimau Sumatra di Lampung Terancam Punah

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:28 WIB

Wamen LHK Rohmat Marzuki Ajak Rimbawan Perkuat Ekonomi Hijau di Bulan Ramadan

Senin, 16 Maret 2026 - 14:50 WIB

Hari Bakti Rimbawan, Momentum Perkuat Jati Diri Penjaga Hutan

Senin, 16 Maret 2026 - 02:28 WIB

Menjaga Napas Hutan, Etika Islam dalam Memanen Kekayaan Alam

Sabtu, 14 Maret 2026 - 18:29 WIB

Program Green Hajj, Ubah Sampah Jadi Kompos dan Wakaf Pohon Produktif

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:08 WIB

Reformasi Kelembagaan Perkuat Tata Kelola Kehutanan Indonesia

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB