Inti Berita:
• Masalah: Perlunya pemerataan distribusi logistik pangan dan pupuk hingga ke level desa secara terintegrasi.
• Solusi: Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih sebagai penyalur sembako, pupuk, serta penyerap produk UMKM lokal.
• Data: Total 30.611 unit sedang berjalan, dengan realisasi dana di masyarakat mencapai Rp45 triliun per hari ini.
(Kitani.id): Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, memberikan laporan terbaru di Istana Kepresidenan. Joao menyebut progres pembangunan Koperasi Desa Merah Putih telah mencapai angka yang signifikan. Saat ini total gerai yang masuk dalam rencana kerja berjumlah 30.611 unit.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 857 unit bangunan sudah selesai 100 persen. Sementara itu, puluhan ribu unit lainnya masih dalam tahap konstruksi di berbagai wilayah. Fokus utama pemerintah adalah mempercepat ketersediaan infrastruktur pangan di pedesaan.
“Yang sudah dibangun sekarang sudah 29.557, yang sudah jadi 857 unit. Jadi total sekitar 30.611 unit,” kata Joao merinci data tersebut, Rabu (11 Februari 2026).
Tahap Distribusi Barang Koperasi Desa Merah Putih
Gerai yang telah rampung kini mulai memasuki tahap pengisian stok barang. Seluruh proses pengadaan logistik untuk mendukung operasional juga telah diselesaikan. Oleh karena itu distribusi akan segera dilakukan agar koperasi bisa mulai melayani warga.
Selanjutnya, Joao memastikan gerai fisik tersebut akan beroperasi dalam waktu dekat. Targetnya, gerai yang sudah siap akan dibuka paling lambat satu bulan lagi. Hal ini menjadi bagian penting dari keberlanjutan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
“Yang sudah jadi paling lama satu bulan sudah bisa buka,” ucap Joao memberikan kepastian.
Dampak Ekonomi Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
Pemerintah telah mengucurkan anggaran sebesar Rp200 triliun untuk mendukung program besar ini. Dana tersebut kini mulai beredar di sektor industri pendukung dan masyarakat lapisan bawah. Realisasi dana dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih tercatat mencapai Rp45 triliun.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, koperasi ini juga akan menjadi penyerap hasil UMKM desa. Menko Pangan Zulkifli Hasan menargetkan seluruh fisik bangunan tuntas pada Juni 2026. Dengan demikian, kedaulatan pangan nasional dapat diperkuat mulai dari level terkecil.
Terlebih lagi, gerai ini akan menjual barang strategis seperti pupuk dan LPG 3 kg. Sinergi ini diharapkan mampu memutus rantai distribusi yang panjang bagi petani. Akhirnya, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih akan membawa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat luas.(*)








