Inti Berita:
• Masalah: Perbedaan fisik biji timun suri yang lebih pendek dan menggelendong dibanding timun biasa sering mengecoh petani dalam seleksi benih.
• Solusi: Lakukan seleksi rendam, penyemaian polybag (tanah & pupuk 2:1), serta pengaturan jarak tanam ideal 70-80 cm.
• Data: Pemupukan rutin dilakukan 5 kali (usia 10, 17, 24, 31, 40 HST) dengan potensi panen 10-15 kali per musim.
(Kitani.id): Memasuki bulan Ramadhan permintaan terhadap timun suri cenderung meningkat. Fenomena ini tentu sudah diperhitungkan oleh para petani. Tapi masyarakat di Lampung tahukah bahwa struktur biji timun suri sebenarnya lebih mirip melon. Meskipun namanya timun, tanaman ini memiliki batang yang lebih kuat dan cabang yang mudah menjalar. Oleh karena itu, teknik menanamnya butuh perhatian ekstra agar buahnya besar dan harum.
Teknik Semai dan Olah Lahan yang Presisi
Langkah awal menanam timun suri yang kaya kalium dan saponin ampuh untuk menangkal risiko kanker ini, dimulai dengan menyeleksi benih melalui metode rendam air. Buang biji yang mengapung dan ambil yang tenggelam untuk dikeringkan. Setelah itu, semai benih di polybag berisi campuran tanah dan pupuk (2:1) selama 10 hari. Cara ini sangat efektif untuk mendapatkan pertumbuhan bibit yang seragam saat pindah tanam.
Sambil menunggu bibit siap, siapkan lahan dengan cara dibajak atau dicangkul. Jika pH tanah di bawah 5,5, Anda harus melakukan pengapuran menggunakan dolomit. Buatlah bedengan selebar 80-90 cm dengan dua lajur yang dipisahkan parit tengah selebar 40-50 cm. Berikan pupuk dasar berupa campuran TSP, KCL, dan Urea dengan perbandingan 2:1:1 sekitar 15 hari sebelum tanam.
Atur Jarak Tanam dan Jadwal Pupuk Kocor
Pengaturan jarak tanam sangat krusial agar buah timun suri bisa tumbuh lebat. Pastikan jarak antar lubang sekitar 70-80 cm dengan kedalaman lubang 2 cm. Masukkan dua bibit usia 10 hari ke dalam satu lubang, lalu timbun tipis dengan tanah. Jangan lupa siram secara rutin agar lahan tetap lembap namun tidak becek.
Untuk urusan nutrisi, pemupukan susulan menggunakan NPK wajib dilakukan sebanyak lima kali. Lakukan pemupukan pada hari ke-10, 17, 24, 31, dan 40 setelah tanam. Anda bisa menabur pupuk langsung atau menggunakan sistem kocor agar nutrisi lebih cepat terserap. “Penyulaman untuk mengontrol pertumbuhan tanaman penting dilakukan maksimal hingga tanaman berusia 10 hari,” tulis panduan Kementan di laman Cybex.(*)








