Petani Tebu Way Kanan Terancam Gagal Panen Akibat Operasional PT PSMI Berhenti

Sabtu, 4 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani menuntut agar proses hukum tidak menghentikan operasional pabrik dan berencana menggelar aksi damai ke Kejati pada 9 April mendatang.(Ilustrasi: Kitani.id)

Petani menuntut agar proses hukum tidak menghentikan operasional pabrik dan berencana menggelar aksi damai ke Kejati pada 9 April mendatang.(Ilustrasi: Kitani.id)

(Kitani.id): Nasib ratusan petani tebu mandiri di Way Kanan berada di ujung tanduk. Pasalnya, harapan mereka untuk menikmati hasil panen setahun sekali terancam buyar akibat ketidakpastian operasional di PT Pemuka Sakti Manis Indah (PT PSMI).

Padahal, jadwal semula menetapkan aktivitas tebang pada 4 April dan penggilingan perdana pada 5 April. Namun, pihak manajemen secara mendadak menunda jadwal tersebut karena sedang terjerat persoalan hukum serius dengan pihak Kejaksaan.

Dampak Penundaan Giling Terhadap Rendemen Tebu

Kabar mengenai potensi penyegelan pabrik hingga pembekuan rekening perusahaan kini membuat roda produksi lumpuh total. Kondisi ini sangat menakutkan bagi petani karena tebu yang sudah matang tidak bisa menunggu lebih lama di lahan.

Baca Juga  Stok Bahan Baku Pupuk Nasional Tetap Aman di Tengah Konflik Timur Tengah

Sebab, keterlambatan panen akan mengakibatkan kadar gula atau rendemen tebu menurun drastis. Kerugian materiil di depan mata ini membuat para petani merasa sangat terpukul dan terjepit oleh keadaan.

“Kami sangat dirugikan. Tebu yang sudah waktunya dipanen harus dibiarkan begitu saja. Jika lewat usia, kadar gula hilang, hasilnya hancur,” keluh Sartono, salah satu perwakilan petani dengan nada getir.

Baca Juga  Impor Produk Pertanian Rp75,6 Triliun Bukan Pakai Uang Rakyat

Nasib Buruh Tebang dan Rencana Aksi ke Kejati

Masalah ini ternyata merembet hingga ke sektor sosial, khususnya bagi ribuan tenaga tebang yang didatangkan dari Pulau Jawa. Saat ini, mereka tidak memiliki kepastian kerja meski sudah berada di lokasi sesuai jadwal yang dijanjikan.

Apalagi, para buruh tersebut biasanya sudah mengambil uang muka atau kasbon untuk biaya hidup keluarga mereka. Situasi ini memicu keresahan besar karena tidak ada sumber penghasilan untuk melunasi utang tersebut selama pabrik berhenti beroperasi.

Baca Juga  Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Menyikapi hal itu, Aliansi Darurat Petani Tebu Mandiri berencana menggelar aksi damai di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) pada 9 April nanti. Mereka berharap ada kebijakan agar proses hukum tetap berjalan tanpa mengorbankan mata pencaharian rakyat.

“Kami memohon agar masalah hukum ini tidak berujung pada penutupan pabrik. Kami minta solusi agar giling tetap berjalan,” tegas Edi, koordinator aliansi. (*)

Berita Terkait

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng
Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional
Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah
Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM
Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu
MBG di Mata Purbaya, Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis
Kepala BGN Pastikan Motor Operasional MBG untuk Kepala SPPG
Petani Lampung Selatan Mulai Go Digital, Urus Sawah Kini Cukup Lewat HP

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 23:32 WIB

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 - 19:45 WIB

Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah

Jumat, 10 April 2026 - 10:32 WIB

Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM

Kamis, 9 April 2026 - 20:30 WIB

Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu

Kamis, 9 April 2026 - 09:17 WIB

MBG di Mata Purbaya, Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, menyebut perlunya penggerak ekonomi lokal untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan PAD.(foto: Antara)

Koperasi/UMKM

Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Baru di Lampung

Selasa, 14 Apr 2026 - 12:08 WIB

Antisipasi kenaikan harga plastik global melalui pengalihan penggunaan mulsa organik, lalu inovasi smart farming, dan penguatan subsidi dari pemerintah.(ilustrasi: Kitani)

Saung Opini

Plastik, Godzilla dan Pertanian

Selasa, 14 Apr 2026 - 10:21 WIB

Ilustrasi padi unggul di Tulang Bawang, Lampung. (Foto: ist)

Agropedia

Bibit Padi Unggul di Tulang Bawang, Produksi 12 Ton per Hektare

Senin, 13 Apr 2026 - 17:16 WIB

Bertani hortikultura bisa menjadi alternatif mendongkrak kesejahteraan petani padi di Lampung. (Foto: Kitani.id)

Sosok

Menengok Pontang-panting Petani Gurem di Lampung

Senin, 13 Apr 2026 - 11:20 WIB