(Kitani.id): Situasi pangan dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan sebuah fenomena menarik di mana para orang kaya atau konglomerat dunia kini mulai melirik sektor pertanian secara serius.
Mereka diam-diam memborong lahan pertanian dalam skala besar, sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman krisis pangan global yang kian nyata.
Perang di Timur Tengah dan Potensi Kelaparan
Dalam rapat kerja bersama DPR RI, Selasa (7 April 2026), Amran memaparkan data dari FAO yang menyebut 724 juta penduduk bumi sedang menderita kelaparan.
Kondisi ini diperparah oleh ketegangan di Asia Barat yang menutup jalur distribusi penting di Selat Hormuz. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa urusan perut akan menjadi persoalan politik dan ekonomi yang sangat sensitif di masa depan.
Oleh karena itu, pertanian kini tidak lagi dipandang sebelah mata. Inovasi seperti bioteknologi hingga pertanian vertikal (vertical farming) mulai menjadi tren investasi besar-besaran. Pangan kini resmi menjadi aset strategis yang lebih berharga daripada sekadar komoditas dagang biasa.
Ancaman El Nino Godzilla di Depan Mata
Selain dinamika global, Indonesia sedang dibayangi ancaman kemarau ekstrem yang disebut BRIN sebagai fenomena “El Nino Godzilla”.
Berdasarkan data BMKG, musim kering ini mulai menyapa sebagian wilayah Indonesia sejak April dan diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.
“Pangan semakin dipandang sebagai aset strategis,” tutur Amran. Untuk itu, penguatan ekosistem pangan berbasis teknologi menjadi kebutuhan mendesak agar kita tetap berdaulat di tengah gejolak dunia. (*)








