Inti Berita:
• Masalah: Masyarakat masih bergantung pada beras sebagai sumber energi harian, padahal banyak lahan marginal yang belum termanfaatkan optimal.
• Solusi: Memasyarakatkan sorgum sebagai sumber karbohidrat non-beras yang adaptif di lahan kering dan kaya akan zat fungsional.
• Data: Mengandung zat besi, vitamin B1, B3, kalsium, serta senyawa polifenol seperti antosianin dan tanin.
(Kitani.id): Kesehatan fisik dan mental berawal dari pilihan makanan bergizi yang kita konsumsi setiap hari. Salah satu sumber energi harian yang sebenarnya sangat potensial namun belum banyak dilirik adalah tanaman sorgum.
Sebagai serealia sumber karbohidrat non-beras, sorgum menawarkan solusi pangan sehat yang mampu tumbuh subur di lingkungan kering maupun lahan marginal di wilayah Lampung.
Kandungan Fungsional untuk Lawan Penyakit
Selanjutnya, sorgum memiliki kandungan zat fungsional yang sangat lengkap mulai dari zat besi hingga kalsium. Di dalamnya terdapat senyawa polifenol seperti antosianin dan tanin yang berperan sebagai antioksidan alami bagi tubuh.
Tingginya kadar serat pada biji sorgum juga sangat efektif membantu melawan radikal bebas, serta mengurangi risiko penyakit kronis seperti kanker dan jantung.
Fleksibilitas Olahan Pangan Lokal
Kemudian, keunggulan lain dari komoditas ini adalah fleksibilitasnya yang tinggi untuk dijadikan berbagai macam olahan pangan. Seperti mengolahnya menjadi beras sorgum, tepung, mie, hingga bubur yang lezat dan bernutrisi tinggi.
Dengan rasa yang enak dan manfaat yang segudang, tanaman ini sangat layak dijadikan pilihan pengganti beras untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
Akhirnya, mari kita mulai melirik dan menjadikan sorgum sebagai salah satu makanan dasar harian demi masa depan yang lebih sehat. Kehadiran sorgum bukan sekadar alternatif, melainkan harapan baru bagi pertanian di lahan-lahan kering agar tetap produktif dan menghasilkan pangan berkualitas tinggi.(*)








