Manfaatkan Bungkil Inti Sawit, Peternak Lampung Bisa Hemat Biaya Pakan

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diversifikasi pakan menggunakan bungkil inti sawit sebagai sumber energi dan serat lokal. (Ilustrasi: Kitani.id)

Diversifikasi pakan menggunakan bungkil inti sawit sebagai sumber energi dan serat lokal. (Ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Biaya pakan menyedot 60-70% total biaya produksi ternak dan ketergantungan impor bahan baku masih mencapai 35%.

Solusi: Diversifikasi pakan menggunakan bungkil inti sawit sebagai sumber energi dan serat lokal.

Data: Indonesia adalah produsen sawit terbesar; bungkil inti sawit mengandung sekitar 60% nutrisi penting seperti selulosa, lemak, dan protein.

(Kitani.id): Pemanfaatan limbah perkebunan kini menjadi kunci bagi peternak untuk bertahan di tengah mahalnya harga pakan pabrikan. Salah satu potensi besar yang bisa dioptimalkan adalah bungkil inti sawit (BIS) sebagai bahan baku alternatif.

Baca Juga  Mentan Amran Permudah Izin Ekspor Unggas

Kemandirian pakan menjadi isu krusial karena komponen ini merupakan pengeluaran terbesar dalam usaha peternakan. Direktur Pakan Ditjen PKH Kementan, Tri Melasari, menjelaskan bahwa optimalisasi bahan baku lokal seperti bungkil sawit sangat mendesak untuk dilakukan.

Langkah ini diambil guna menekan angka impor bahan baku pakan yang saat ini masih didominasi oleh bungkil kedelai (soybean meal) dan corn gluten meal. Oleh karena itu, pemerintah mendorong peternak untuk mulai melirik potensi di sekitar mereka.

Baca Juga  Prancis Puji Capaian Swasembada Pangan Indonesia, Siap Perkuat Modernisasi Petani

“Antara 60-70% pakan itu merupakan komponen biaya, jadi komponen produksi, sehingga kemandirian pakan ini menjadi sangat penting,” ujar Tri dalam diskusi Perpustalk Ditjen PKH, Selasa (10 Maret 2026).

Kandungan Nutrisi dan Cara Penggunaan

Berdasarkan data GAPKI, bungkil inti sawit memiliki kadar hingga 46% dari total inti sawit yang diolah. Meskipun kandungan proteinnya tergolong rendah, namun bahan ini memiliki serat yang cukup tinggi sehingga sangat baik untuk hewan ruminansia seperti sapi atau kambing.

Baca Juga  IPB Kembangkan Sorgum dan Gandum Tropika di Lahan Suboptimum

Namun demikian, peternak perlu memperhatikan takaran penggunaan karena bungkil sawit memiliki tingkat kecernaan yang rendah bagi unggas. Selain itu, kualitasnya sangat bergantung pada kadar minyak dan kebersihan dari campuran tempurung sawit.

“Ada bungkil kelapa sawit di mana notabene Indonesia adalah produksi kelapa sawit terbesar. Jadi bungkilnya itu kita manfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak,” tambah Tri menekankan pentingnya hilirisasi produk sampingan sawit ini. (*)

Berita Terkait

Buah Nyamplung, Potensi Bahan Bakar Nabati dari Hutan
Hemat Pakan, BRIN Olah Limbah Kulit Reptil Jadi Pakan Ikan Berkualitas
Urban Farming, Solusi Pangan di Tengah Hiruk Pikuk Lampung
Mengapa Buah Pisang Melengkung ke Atas?
Gen Z Jadi Kunci, Rumput Laut Indonesia Bisa Raup Omzet Rp24 Triliun
Panduan Lengkap Budidaya Timun Suri Agar Panen Melimpah
Sorgum, Pangan Sehat Alternatif Pengganti Beras yang Kaya Nutrisi
Serangga Bermanfaat, Sahabat Petani Pengusir Hama Alami

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 02:36 WIB

Buah Nyamplung, Potensi Bahan Bakar Nabati dari Hutan

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:19 WIB

Manfaatkan Bungkil Inti Sawit, Peternak Lampung Bisa Hemat Biaya Pakan

Senin, 2 Maret 2026 - 12:07 WIB

Hemat Pakan, BRIN Olah Limbah Kulit Reptil Jadi Pakan Ikan Berkualitas

Senin, 2 Maret 2026 - 05:02 WIB

Urban Farming, Solusi Pangan di Tengah Hiruk Pikuk Lampung

Minggu, 1 Maret 2026 - 20:52 WIB

Mengapa Buah Pisang Melengkung ke Atas?

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB