Koperasi di Lampung Bisa Belajar Ekspor dari Koperasi Produsen ini

Rabu, 11 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterbatasan modal menjadi penghambat utama bagi koperasi dalam memenuhi permintaan pasar global yang masif. (ilustrasi: Kitani.id)

Keterbatasan modal menjadi penghambat utama bagi koperasi dalam memenuhi permintaan pasar global yang masif. (ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Keterbatasan modal menjadi penghambat utama bagi koperasi dalam memenuhi permintaan pasar global yang masif.

Solusi: Penguatan permodalan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) serta diversifikasi produk seperti pengemasan nanas kaleng.

Data: Koperasi Upland Subang Farm mencatatkan total transaksi ekspor manggis senilai Rp6,6 miliar ke China.

(Kitani.id): Keberhasilan menembus pasar global kini bukan lagi sekadar impian bagi para penggerak ekonomi desa. Langkah nyata ini dibuktikan oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm yang sukses mengekspor manggis segar ke China.

Prestasi membanggakan tersebut menunjukkan bahwa manajemen yang profesional mampu membawa produk pertanian bersaing di level internasional.

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, memberikan apresiasi tinggi saat melepas pengiriman tahap kedelapan sebanyak tiga ton manggis. Secara akumulatif, nilai transaksi ekspor manggis dari koperasi ini telah menyentuh angka Rp6,6 miliar.

Baca Juga  Menkeu Siapkan Bank Khusus Salurkan KUR untuk “Manjakan” UMKM

Oleh sebab itu, setiap koperasi di Lampung yang ingin naik kelas bisa mengambil inspirasi dari pengelolaan komoditas unggulan ini.

Dukungan Modal dan Diversifikasi Produk

Pemerintah berkomitmen penuh mendukung kemajuan ekonomi kerakyatan melalui kebijakan serta pembiayaan yang kuat. Ferry menegaskan bahwa Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) siap memberikan suntikan dana awal sekitar Rp4 miliar untuk pengembangan usaha.

Bahkan, nilai pembiayaan tersebut berpotensi naik hingga Rp20 miliar melalui proses pendampingan yang berkelanjutan.

“Saya yakin koperasi Upland ini bisa beli dengan harga yang lebih baik ke petani. Selain itu, mereka bisa memperbaiki manajemen kemudian bisa ekspor ke mana-mana,” ujar Ferry dalam keterangan resminya pada Selasa (10 Maret 2026).

Baca Juga  Solusi Ekonomi Desa, KDMP dan BUMDes Kelola MBG

Tak berhenti di manggis, koperasi ini berencana menambah unit bisnis pengemasan nanas kaleng untuk pasar Timur Tengah. Langkah diversifikasi ini menjadi strategi penting agar koperasi di Lampung juga mampu meningkatkan daya serap produk pertanian lokal. Dengan begitu, harga di tingkat petani akan jauh lebih menguntungkan dan stabil.

Menembus Hambatan Pasar Global

Meskipun peluang ekspor manggis dan nanas sangat terbuka lebar, tantangan permodalan masih menjadi isu utama. Manager Koperasi Upland Subang Farm, Dadang Firmansyah, mengakui bahwa minat pembeli asing terus berdatangan. Namun, kemampuan modal saat ini belum sepenuhnya mampu mengimbangi besarnya permintaan pasar dunia yang terus meningkat.

Baca Juga  Program Desaku Maju Lampung Sasar 800 Titik POC, Fokus Hilirisasi Pertanian

“Buyer dari berbagai negara datang, tapi kemampuan modal kami tidak bisa mengimbangi permintaan pasar. Karena itu, kami berharap kerja sama dengan LPDB agar permodalan kami semakin kuat,” ungkap pengurus koperasi, Ita.

Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, koperasi diharapkan menjadi penggerak utama ekonomi perdesaan. Melalui ekosistem Koperasi Desa Merah Putih, produk unggulan tidak hanya menyasar pasar ekspor. Jaringan pemasaran domestik di seluruh Indonesia kini diperkuat, termasuk dengan koperasi di Lampung, agar memiliki akses pasar yang lebih luas.(*)

Berita Terkait

Seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih di Lampung
Akselerasi Ekspor Alpukat Siger Lampung Timur Melalui Penguatan Koperasi
Koperasi Desa Merah Putih Harus Fokus Jadi Agregator Produk UMKM
Koperasi Desa Merah Putih Lampung Siap Beroperasi Mei Mendatang
Revitalisasi UMKM Center Dukung Perluasan Akses Produk Lokal Lampung
Atasi Masalah Merek, Komisi VII Dorong Pembentukan Holding UMKM Lampung
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Merah Putih Resmi Dibuka
Kemensos Gandeng Koperasi Desa Merah Putih Serap Jutaan Tenaga Kerja PKH

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:17 WIB

Seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih di Lampung

Senin, 4 Mei 2026 - 22:11 WIB

Akselerasi Ekspor Alpukat Siger Lampung Timur Melalui Penguatan Koperasi

Kamis, 30 April 2026 - 11:40 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Harus Fokus Jadi Agregator Produk UMKM

Senin, 27 April 2026 - 19:51 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Lampung Siap Beroperasi Mei Mendatang

Sabtu, 25 April 2026 - 20:43 WIB

Revitalisasi UMKM Center Dukung Perluasan Akses Produk Lokal Lampung

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB