Wamenkop Farida Farichah: Kopdes Merah Putih Hapus Ironi Kekayaan Alam Desa

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KPM didorong menjadi anggota Koperasi Desa (Kopdes) agar memperoleh dividen (SHU) dan akses harga murah. (Ilustrasi: Kitani.id)

KPM didorong menjadi anggota Koperasi Desa (Kopdes) agar memperoleh dividen (SHU) dan akses harga murah. (Ilustrasi: Kitani.id)

INTI BERITA

Masalah: Masyarakat kategori kemiskinan ekstrem memerlukan tambahan pendapatan riil dan peningkatan daya beli.

Solusi: KPM didorong menjadi anggota Koperasi Desa (Kopdes) agar memperoleh dividen (SHU) dan akses harga murah.

Data: Pendapatan Kopdes Desa Ranjeng tembus Rp150 juta per bulan dari seribu anggota.

(Kitani.id): Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) segera bergabung dalam ekosistem koperasi. Melalui Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, masyarakat berhak mendapatkan dividen atau Sisa Hasil Usaha (SHU).

Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat pendapatan ekonomi warga di tingkat akar rumput. Selanjutnya Menkop menjelaskan bahwa program ini menyasar warga kategori kemiskinan ekstrem.

Melalui koperasi, KPM tidak hanya menjadi konsumen barang kebutuhan pokok dengan harga murah. Mereka juga bertindak sebagai pemilik usaha yang menikmati keuntungan dari perputaran modal.

“Para penerima manfaat ini akan mendapatkan dividen atau sisa hasil usaha. Ini akan menambah jumlah pendapatan mereka dan sekaligus mengangkat daya beli,” ujar Ferry seperti dalam rilis yang dibagikan, Rabu (25 Februari 2026).

Koperasi Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa

Namun, peran Kopdes juga diproyeksikan sebagai wadah penampung produk UMKM lokal. Koperasi akan mengonsolidasi potensi desa agar produk lokal memiliki daya saing luas.

Sebagai langkah awal, pemerintah memberikan bantuan produktif berupa ayam petelur kepada warga. “Hasil telurnya akan dijual di Kopdes. Ini adalah bagian dari upaya pemberdayaan agar masyarakat lebih mandiri,” tambah Ferry.

Saat ini, sudah tersedia sekitar seribu bangunan fisik koperasi di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan puluhan ribu bangunan lainnya tuntas dalam tiga bulan ke depan. Dengan sinergi ini, pertumbuhan ekonomi desa diharapkan mampu mendongkrak ekonomi nasional. (*)

Berita Terkait

Seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih di Lampung
Akselerasi Ekspor Alpukat Siger Lampung Timur Melalui Penguatan Koperasi
Koperasi Desa Merah Putih Harus Fokus Jadi Agregator Produk UMKM
Koperasi Desa Merah Putih Lampung Siap Beroperasi Mei Mendatang
Revitalisasi UMKM Center Dukung Perluasan Akses Produk Lokal Lampung
Atasi Masalah Merek, Komisi VII Dorong Pembentukan Holding UMKM Lampung
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Merah Putih Resmi Dibuka
Kemensos Gandeng Koperasi Desa Merah Putih Serap Jutaan Tenaga Kerja PKH

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:17 WIB

Seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih di Lampung

Senin, 4 Mei 2026 - 22:11 WIB

Akselerasi Ekspor Alpukat Siger Lampung Timur Melalui Penguatan Koperasi

Kamis, 30 April 2026 - 11:40 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Harus Fokus Jadi Agregator Produk UMKM

Senin, 27 April 2026 - 19:51 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Lampung Siap Beroperasi Mei Mendatang

Sabtu, 25 April 2026 - 20:43 WIB

Revitalisasi UMKM Center Dukung Perluasan Akses Produk Lokal Lampung

Berita Terbaru

Menggenjot serapan menu ayam dan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mendesak kepatuhan terhadap regulasi harga.(Foto: ist)

Peternakan

Stabilisasi Harga Ayam Broiler Lewat Menu Makan Bergizi Gratis

Kamis, 11 Jun 2026 - 16:38 WIB