Inti Berita:
• Masalah: Stigma bahwa ternak itu kotor dan butuh lahan luas sering menghambat anak muda untuk memulai bisnis.
• Solusi: Menerapkan konsep urban farming di lahan terbatas (atap rumah/pekarangan) dengan komoditas cepat panen.
• Data: Modal awal sangat terjangkau, mulai dari Rp200 ribu hingga Rp500 ribu dengan perputaran uang yang relatif singkat.
(Kitani.id): Bisnis peternakan kini semakin relevan bagi anak muda perkotaan di Lampung. Selain menjanjikan keuntungan stabil, sektor ini juga melatih mental wirausaha yang tangguh. Apalagi, permintaan pasar terhadap sumber protein hewani di wilayah perkotaan terus meningkat setiap hari.
Berikut adalah beberapa ide bisnis ternak yang sangat cocok bagi pemula.
Pertama, Anda bisa mencoba budidaya ikan lele menggunakan sistem ember atau terpal. Ikan ini sangat tangguh dan mampu hidup di berbagai kondisi air. Dengan modal hanya Rp500 ribu, Anda sudah bisa memulai usaha ini di halaman rumah. Hebatnya lagi, lele sudah bisa dipanen dalam waktu 2-3 bulan saja.
Kedua, ternak ayam petelur skala rumahan juga sangat menggiurkan. Telur merupakan kebutuhan pokok yang harganya cenderung stabil di pasar Lampung. Cukup dengan modal Rp300 ribu untuk bibit Day Old Chicken (DOC), Anda bisa mulai produksi. Gunakan sistem kandang vertikal agar lebih hemat tempat dan tetap terlihat rapi.
Selanjutnya, burung puyuh menjadi pilihan menarik karena tidak butuh lahan luas. Burung ini sangat produktif dan mampu menghasilkan 200-300 butir telur per tahun. Selain puyuh, ternak kelinci juga mulai diminati karena dagingnya tinggi protein. Kotoran dan urine kelinci pun laku dijual sebagai pupuk organik cair yang bernilai tinggi.

Peluang Bisnis Pakan dan Hobi yang Estetik
Kemudian, anak muda bisa melirik budidaya Maggot BSF sebagai solusi limbah. Bisnis ini sangat ramah lingkungan karena memanfaatkan sampah organik rumah tangga. Maggot memiliki nilai jual tinggi sebagai pakan alternatif ikan dan ayam. Jadi, Anda bisa mendapat keuntungan ganda dari jasa pengolahan sampah dan penjualan larva.
Selain itu, ternak jangkrik masih menjadi primadona di kalangan pecinta burung kicau. Permintaan pakan alami ini terus melonjak dan tidak pernah sepi peminat. Anda hanya perlu menyediakan kotak kayu atau kardus bekas sebagai media budidaya. Modal yang dibutuhkan cukup terjangkau dengan siklus panen yang sangat cepat.
“Program MBG dan tingginya minat hobi di Lampung membuka peluang pasar yang sangat luas bagi peternak muda,” ungkap salah satu penggiat UMKM lokal.
Terakhir, ternak ikan hias seperti cupang atau guppy sangat cocok untuk agropreneur kreatif. Bisnis ini bisa dimulai dengan modal Rp200 ribu untuk indukan berkualitas. Menariknya, pemasaran ikan hias sangat efektif dilakukan melalui media sosial tanpa perlu toko fisik.
Dengan ketekunan, hobi ini bisa berubah menjadi sumber penghasilan jutaan rupiah per bulan.(*)








