Gerai KDKMP Membuka Peluang Besar Memajukan Produk Lokal dan UMKM

Senin, 30 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah menghadirkan 83.000 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai wadah pemasaran, kurasi, dan inkubasi produk lokal.(Foto: ist)

Pemerintah menghadirkan 83.000 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai wadah pemasaran, kurasi, dan inkubasi produk lokal.(Foto: ist)

(Kitani.id): Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa keberadaan gerai KDKMP membuka peluang besar memajukan produk lokal dan UMKM di seluruh Indonesia.

Melalui wadah ini, hambatan pemasaran yang selama ini menghantui masyarakat diharapkan dapat teratasi.

Ferry mendorong masyarakat untuk tidak lagi takut menciptakan produk sendiri, mulai dari kebutuhan sederhana seperti sabun, detergen, hingga produk pangan seperti sambal dan roti. Pemerintah berkomitmen untuk mengawal prosesnya dari hulu ke hilir.

Kurasi dan Inkubasi Produk Kreatif

Pemerintah tidak hanya menyediakan tempat jualan, tetapi juga memberikan pendampingan teknis. Produk-produk yang masuk akan melalui proses kurasi dan inkubasi agar memiliki nilai tambah dan layak bersaing di etalase.

Baca Juga  Koperasi Desa Merah Putih, Solusi Akses Kesehatan di Pelosok

“Kami menawarkan kepada pelaku UMKM untuk kita kurasi kemudian kita inkubasi. Jangan takut tidak laku, saya pastikan produk lokal akan dijual di rak-rak paling depan,” ujar Ferry di Surabaya, Minggu (29 Maret 2026).

Langkah ini diambil karena gerai KDKMP membuka peluang besar memajukan produk lokal dan UMKM dengan memanfaatkan jaringan 83.000 titik di seluruh tanah air. Hal ini menjadi jawaban bagi pelaku usaha yang selama ini merasa minder atau kesulitan menembus pasar ritel modern yang ketat.

Baca Juga  Keadilan yang Belum Sampai ke Sawah

Perputaran Ekonomi dan Lapangan Kerja

Selain pemasaran, dukungan pembiayaan juga disiapkan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) serta kolaborasi dengan koperasi skala besar seperti Kopelindo. Skema ini diharapkan mampu membangkitkan kepercayaan diri masyarakat untuk memproduksi barang di wilayah masing-masing.

Jika masyarakat aktif menciptakan produk yang kemudian dikonsumsi oleh warga sendiri di gerai KDKMP, maka akan tercipta perputaran ekonomi yang berkelanjutan. Strategi ini juga dinilai efektif dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru, terutama bagi generasi milenial dan Gen Z di pedesaan.

Baca Juga  Akselerasi Ekspor Alpukat Siger Lampung Timur Melalui Penguatan Koperasi

“Ayo kita bangun kepercayaan diri untuk membuat produk lokal. Jika ini masif, ekonomi akan berputar dan lapangan kerja akan terbuka luas,” pungkas Ferry.(*)

Berita Terkait

Seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih di Lampung
Akselerasi Ekspor Alpukat Siger Lampung Timur Melalui Penguatan Koperasi
Koperasi Desa Merah Putih Harus Fokus Jadi Agregator Produk UMKM
Koperasi Desa Merah Putih Lampung Siap Beroperasi Mei Mendatang
Revitalisasi UMKM Center Dukung Perluasan Akses Produk Lokal Lampung
Atasi Masalah Merek, Komisi VII Dorong Pembentukan Holding UMKM Lampung
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Merah Putih Resmi Dibuka
Kemensos Gandeng Koperasi Desa Merah Putih Serap Jutaan Tenaga Kerja PKH

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:17 WIB

Seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih di Lampung

Senin, 4 Mei 2026 - 22:11 WIB

Akselerasi Ekspor Alpukat Siger Lampung Timur Melalui Penguatan Koperasi

Kamis, 30 April 2026 - 11:40 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Harus Fokus Jadi Agregator Produk UMKM

Senin, 27 April 2026 - 19:51 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Lampung Siap Beroperasi Mei Mendatang

Sabtu, 25 April 2026 - 20:43 WIB

Revitalisasi UMKM Center Dukung Perluasan Akses Produk Lokal Lampung

Berita Terbaru