(Kitani.id): Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino membayangi produktivitas lahan pertanian di wilayah Lampung. Cuaca panas yang menyengat diprediksi mulai menguras ketersediaan air permukaan secara drastis sejak awal Mei mendatang.
Namun, jumlah usulan bantuan sumur bor dari pemerintah daerah hingga saat ini tercatat masih sangat minim. Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, mengungkapkan bahwa baru ada 115 unit sumur bor yang beroperasi untuk melayani ribuan hektare sawah di lima kabupaten.
Kondisi ini sangat krusial bagi keberlangsungan panen petani, karena sumur bor adalah penyelamat saat hujan berhenti turun. Oleh sebab itu, percepatan usulan jaringan irigasi air tanah menjadi kunci agar petani tidak mengalami gagal panen massal.
Sumur Bor Jadi Penyelamat Lahan
Elroy menjelaskan bahwa irigasi air tanah merupakan alternatif paling efektif untuk menghadapi kemarau panjang. Pihaknya kini terus mendorong pemerintah kabupaten dan kota di Lampung untuk segera mengajukan usulan bantuan sumur bor.
“Jaringan irigasi air tanah ini jadi alternatif utama karena memanfaatkan cadangan air bawah tanah saat hujan berkurang,” terangnya, seperti dilansir Antara, Sabtu (11 April 2026).
Saat ini, distribusi sumur bor paling banyak berada di Lampung Selatan dengan total 74 unit. Sementara itu, wilayah potensial seperti Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Lampung Utara diharapkan lebih aktif mengusulkan program mitigasi ini.
Target Mitigasi Kekeringan 2026
Pemerintah masih membuka pintu usulan hingga bulan Mei bagi desa-desa yang rawan kekeringan. Tercatat beberapa lokasi seperti Desa Kelawi, Bakauheni, hingga Adi Jaya sudah masuk dalam daftar prioritas pembangunan sumur bor tahun ini.
“Kami mendorong agar kabupaten dan kota segera mengusulkan karena kuota usulan masih dibuka sampai Mei,” tambah Elroy.
Dengan debit pompa yang mencapai ratusan liter per detik, jaringan irigasi ini diharapkan mampu menjaga kelembapan tanah di 2.044 hektare daerah irigasi. Langkah antisipasi yang cepat akan memastikan dapur petani tetap mengepul meski El Nino menyerang.(*)








