Inti Berita:
• Masalah: Konflik kronis gajah liar yang merusak lahan pertanian dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di Lampung.
• Solusi: Pengalokasian dana Bantuan Presiden (Banpres) untuk pembangunan pagar baja dan kanal pembatas.
• Data: Uji coba material sedang dilakukan dengan mengadopsi sistem pengamanan satwa dari Afrika Selatan dan India.
(Kitani.id): Presiden Prabowo Subianto telah mengalokasikan bantuan dana khusus pembangunan pagar baja Taman Nasional Way Kambas guna mengakhiri konflik antara gajah liar dengan pemukiman warga yang telah berlangsung lama.
Langkah ini diambil sebagai respons atas seringnya kawanan gajah masuk ke lahan pertanian dan pemukiman. Selain merusak tanaman, interaksi negatif ini telah menimbulkan ancaman nyata bagi keselamatan nyawa warga setempat.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengungkapkan bahwa situasi di lapangan sudah sangat mendesak. Belum lama ini, seorang pamong desa di Lampung kehilangan nyawa akibat amukan satwa besar tersebut saat mencoba menghalau kawanan gajah.
“Terakhir, beberapa bulan yang lalu salah seorang kepala desa terinjak gajah. Karena gajah berusaha masuk ya, atau melintasi desa-desa, perumahan maupun lahan pertanian,” terang Raja Juli usai bertemu Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12 Maret 2026).
Menyikapi tragedi tersebut, Presiden memutuskan untuk menyiapkan anggaran khusus. Dana bangun pagar baja Way Kambas ini akan digunakan untuk membangun pembatas permanen atau kanal yang memisahkan kawasan taman nasional dengan perkampungan warga.
Inovasi Pengamanan dan Ekonomi Lokal
Proyek ini tidak dilakukan sembarangan karena pemerintah sedang melakukan studi mendalam dengan mencontoh keberhasilan India dan Afrika Selatan.
Penggunaan dana bangun pagar baja Way Kambas mencakup uji kekuatan material agar pagar benar-benar mampu menahan laju gajah tanpa melukai satwa tersebut.
“Jadi kemungkinan nanti akan ada tanggul di beberapa tempat, tapi juga akan ada pagar ya, dari baja yang sangat kuat. Sekarang sedang diuji kekuatannya,” tambah Raja Juli.
Selain berfungsi sebagai pelindung, area di sepanjang pembatas ini akan disulap menjadi pusat ekonomi baru. Pemerintah merencanakan budidaya lebah madu dan penyediaan pakan ternak di luar pagar.
Dengan pemanfaatan dana bangun pagar baja Way Kambas yang tepat, diharapkan alam tetap lestari dan kesejahteraan petani Lampung semakin meningkat. (*)








