Pemerintah Siapkan Dana Bangun Pagar Baja Kelilingi Way Kambas

Jumat, 13 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengalokasian dana Bantuan Presiden (Banpres) untuk pembangunan pagar baja dan kanal pembatas.(Ilustrasi: Kitani.id)

Pengalokasian dana Bantuan Presiden (Banpres) untuk pembangunan pagar baja dan kanal pembatas.(Ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Konflik kronis gajah liar yang merusak lahan pertanian dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di Lampung.

Solusi: Pengalokasian dana Bantuan Presiden (Banpres) untuk pembangunan pagar baja dan kanal pembatas.

Data: Uji coba material sedang dilakukan dengan mengadopsi sistem pengamanan satwa dari Afrika Selatan dan India.

(Kitani.id): Presiden Prabowo Subianto telah mengalokasikan bantuan dana khusus pembangunan pagar baja Taman Nasional Way Kambas guna mengakhiri konflik antara gajah liar dengan pemukiman warga yang telah berlangsung lama.

Langkah ini diambil sebagai respons atas seringnya kawanan gajah masuk ke lahan pertanian dan pemukiman. Selain merusak tanaman, interaksi negatif ini telah menimbulkan ancaman nyata bagi keselamatan nyawa warga setempat.

Baca Juga  Perdagangan Karbon Lampung, Amazon Lirik Potensi Hijau di Way Kambas

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengungkapkan bahwa situasi di lapangan sudah sangat mendesak. Belum lama ini, seorang pamong desa di Lampung kehilangan nyawa akibat amukan satwa besar tersebut saat mencoba menghalau kawanan gajah.

“Terakhir, beberapa bulan yang lalu salah seorang kepala desa terinjak gajah. Karena gajah berusaha masuk ya, atau melintasi desa-desa, perumahan maupun lahan pertanian,” terang Raja Juli usai bertemu Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12 Maret 2026).

Baca Juga  Batin Wulan Berbagi Kasih di Tubaba dan Tulang Bawang, Ratusan Paket Sembako Disalurkan

Menyikapi tragedi tersebut, Presiden memutuskan untuk menyiapkan anggaran khusus. Dana bangun pagar baja Way Kambas ini akan digunakan untuk membangun pembatas permanen atau kanal yang memisahkan kawasan taman nasional dengan perkampungan warga.

Inovasi Pengamanan dan Ekonomi Lokal

Proyek ini tidak dilakukan sembarangan karena pemerintah sedang melakukan studi mendalam dengan mencontoh keberhasilan India dan Afrika Selatan.

Penggunaan dana bangun pagar baja Way Kambas mencakup uji kekuatan material agar pagar benar-benar mampu menahan laju gajah tanpa melukai satwa tersebut.

Baca Juga  Ekspor Pertanian ke Amerika Kini Nol Persen, Saatnya Petani Lampung Naik Kelas

“Jadi kemungkinan nanti akan ada tanggul di beberapa tempat, tapi juga akan ada pagar ya, dari baja yang sangat kuat. Sekarang sedang diuji kekuatannya,” tambah Raja Juli.

Selain berfungsi sebagai pelindung, area di sepanjang pembatas ini akan disulap menjadi pusat ekonomi baru. Pemerintah merencanakan budidaya lebah madu dan penyediaan pakan ternak di luar pagar.

Dengan pemanfaatan dana bangun pagar baja Way Kambas yang tepat, diharapkan alam tetap lestari dan kesejahteraan petani Lampung semakin meningkat. (*)

Berita Terkait

Wamen LHK Rohmat Marzuki Ajak Rimbawan Perkuat Ekonomi Hijau di Bulan Ramadan
Hari Bakti Rimbawan, Momentum Perkuat Jati Diri Penjaga Hutan
Menjaga Napas Hutan, Etika Islam dalam Memanen Kekayaan Alam
Program Green Hajj, Ubah Sampah Jadi Kompos dan Wakaf Pohon Produktif
Reformasi Kelembagaan Perkuat Tata Kelola Kehutanan Indonesia
Jaga Hutan Jaga Budaya, Kemenhut dan Kemenbud Perkuat Hutan Adat
Hutan Menyempit, Harimau Sumatra di Lampung Terancam Punah
Tak Hanya Kayu, Indonesia Pamer Strategi Hutan Multi Usaha di Wina Austria

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:28 WIB

Wamen LHK Rohmat Marzuki Ajak Rimbawan Perkuat Ekonomi Hijau di Bulan Ramadan

Senin, 16 Maret 2026 - 14:50 WIB

Hari Bakti Rimbawan, Momentum Perkuat Jati Diri Penjaga Hutan

Senin, 16 Maret 2026 - 02:28 WIB

Menjaga Napas Hutan, Etika Islam dalam Memanen Kekayaan Alam

Sabtu, 14 Maret 2026 - 18:29 WIB

Program Green Hajj, Ubah Sampah Jadi Kompos dan Wakaf Pohon Produktif

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:08 WIB

Reformasi Kelembagaan Perkuat Tata Kelola Kehutanan Indonesia

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB