Inti Berita:
• Masalah: Potensi lonjakan harga bahan pokok menjelang Nyepi dan Idulfitri 2026.
• Solusi: Pendistribusian beras dan minyak goreng guna menjaga daya beli masyarakat.
• Data: Sebanyak 1.260.686 penerima bantuan pangan (PBP) di Lampung mulai mendapatkan jatah dua bulan.
(Kitani.id): Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung memastikan ketersediaan komoditas pokok di tingkat rumah tangga tetap aman. Sebanyak 1.260.686 penerima bantuan pangan di seluruh kabupaten dan kota kini mulai mendapatkan jatah mereka. Penyaluran serentak di tingkat provinsi merupakan bagian dari kebijakan nasional.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra, menegaskan bahwa distribusi bantuan sudah terlaksana dengan baik. Fokus utama program ini adalah memperkuat ketahanan ekonomi warga menjelang hari besar keagamaan.
Melalui intervensi ini, masyarakat diharapkan tidak terbebani oleh fluktuasi harga pasar yang biasanya merangkak naik.
Ringankan Beban Warga Jelang Idulfitri
Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok untuk periode Februari dan Maret 2026. Setiap warga yang terdaftar sebagai penerima bantuan pangan akan memperoleh total 20 kilogram beras.
Selain itu, pemerintah juga memberikan tambahan berupa empat liter minyak goreng untuk setiap kepala keluarga. Rindo menyebutkan bahwa program ini adalah bentuk nyata tanggung jawab negara dalam melindungi masyarakat.
Penyaluran tersebut sangat krusial mengingat permintaan bahan pokok cenderung meningkat tajam menjelang Lebaran. “Penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat ini dilakukan sebagai upaya menjaga daya beli warga,” ungkap Rindo, Kamis (19 Maret 2026).
Komitmen Perlindungan Sosial di Lampung
Secara nasional, cakupan program ini terus mengalami peningkatan yang signifikan. Pemerintah berupaya memperluas jangkauan perlindungan sosial, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah di pelosok Lampung. Sinyal kuat ini menunjukkan bahwa kedaulatan pangan tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika ekonomi.
Bulog berharap bantuan tersebut dapat langsung dirasakan manfaatnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan distribusi di lapangan. Dengan tersalurkannya paket ini, stabilitas sosial dan ekonomi di Provinsi Lampung diharapkan tetap terjaga kondusif.(*)








