Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantuan Pangan Lampung. (Foto: ist)

Bantuan Pangan Lampung. (Foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Potensi lonjakan harga bahan pokok menjelang Nyepi dan Idulfitri 2026.

Solusi: Pendistribusian beras dan minyak goreng guna menjaga daya beli masyarakat.

Data: Sebanyak 1.260.686 penerima bantuan pangan (PBP) di Lampung mulai mendapatkan jatah dua bulan.

(Kitani.id): Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung memastikan ketersediaan komoditas pokok di tingkat rumah tangga tetap aman. Sebanyak 1.260.686 penerima bantuan pangan di seluruh kabupaten dan kota kini mulai mendapatkan jatah mereka. Penyaluran serentak di tingkat provinsi merupakan bagian dari kebijakan nasional.

Baca Juga  Rycko Menoza Dorong PT Japfa Lampung Serap Maksimal Jagung dan Ternak Petani Lokal

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra, menegaskan bahwa distribusi bantuan sudah terlaksana dengan baik. Fokus utama program ini adalah memperkuat ketahanan ekonomi warga menjelang hari besar keagamaan.

Melalui intervensi ini, masyarakat diharapkan tidak terbebani oleh fluktuasi harga pasar yang biasanya merangkak naik.

Ringankan Beban Warga Jelang Idulfitri

Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok untuk periode Februari dan Maret 2026. Setiap warga yang terdaftar sebagai penerima bantuan pangan akan memperoleh total 20 kilogram beras.

Baca Juga  Impor Produk Pertanian Rp75,6 Triliun Bukan Pakai Uang Rakyat

Selain itu, pemerintah juga memberikan tambahan berupa empat liter minyak goreng untuk setiap kepala keluarga. Rindo menyebutkan bahwa program ini adalah bentuk nyata tanggung jawab negara dalam melindungi masyarakat.

Penyaluran tersebut sangat krusial mengingat permintaan bahan pokok cenderung meningkat tajam menjelang Lebaran. “Penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat ini dilakukan sebagai upaya menjaga daya beli warga,” ungkap Rindo, Kamis (19 Maret 2026).

Komitmen Perlindungan Sosial di Lampung

Secara nasional, cakupan program ini terus mengalami peningkatan yang signifikan. Pemerintah berupaya memperluas jangkauan perlindungan sosial, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah di pelosok Lampung. Sinyal kuat ini menunjukkan bahwa kedaulatan pangan tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika ekonomi.

Baca Juga  Perpres 113/2025 Jadi Solusi Efisiensi Pupuk Bersubsidi dan Turunkan HET 20 Persen

Bulog berharap bantuan tersebut dapat langsung dirasakan manfaatnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan distribusi di lapangan. Dengan tersalurkannya paket ini, stabilitas sosial dan ekonomi di Provinsi Lampung diharapkan tetap terjaga kondusif.(*)

Berita Terkait

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus
Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa
Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026
Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026
Gubernur Mirza Apresiasi Restorasi Ekosistem Way Kambas
Hilirisasi Komoditas Jadi Kunci Ekonomi Lampung Tembus 8 Persen
Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Harga Terkendali
Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Pengamat Ingatkan Pentingnya Distribusi Tepat Sasaran

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:13 WIB

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:02 WIB

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:52 WIB

Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:37 WIB

Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:09 WIB

Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB