UMKM Pilih Pinjol Ketimbang Bank, Ini Alasannya

Jumat, 6 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 64% pelaku UMKM enggan ke bank karena proses rumit, syarat dokumen sulit (41,6%), dan kendala agunan (32,9%). (Ilustrasi: Kitani.id)

Sebanyak 64% pelaku UMKM enggan ke bank karena proses rumit, syarat dokumen sulit (41,6%), dan kendala agunan (32,9%). (Ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita

Masalah: Sebanyak 64% pelaku UMKM enggan ke bank karena proses rumit, syarat dokumen sulit (41,6%), dan kendala agunan (32,9%).

Solusi: Layanan pinjaman daring (pindar/pinjol) menjadi pilihan karena pencairan cepat (69,3%) dan prosedur sederhana (66,3%).

Data: Penyaluran modal melalui pinjol di Pulau Jawa meningkat 23,9% mencapai Rp8,44 triliun dengan 4,63 juta akun nasabah.

(Kitani.id): Riset terbaru dari Katadata Insight Center mengungkap fakta mengejutkan mengenai peta pendanaan usaha kecil. Saat ini, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lebih melirik pinjaman daring (pinjol) daripada bank konvensional.

Baca Juga  Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Pengamat Ingatkan Pentingnya Distribusi Tepat Sasaran

Kecepatan menjadi faktor utama mengapa pemilik usaha beralih ke platform digital ini. Senior Analyst Katadata Insight Center, Hanif Gusman, menjelaskan bahwa pencairan dana yang instan sangat membantu kebutuhan mendesak para pengusaha.

“Salah satu yang kami lihat itu banyaknya stigma bahwa industri ini mengajarkan orang-orang untuk berutang. Itu stigma negatifnya,” ungkap Hanif dalam diskusi AFPI di Jakarta Pusat, Rabu (4 Maret 2026).

Kendala Agunan dan Syarat Rumit di Perbankan

Berdasarkan survei terhadap 309 responden, mayoritas pengusaha merasa prosedur bank terlalu berbelit-belit. Selain itu, sekitar 60,8 persen responden mengaku lebih nyaman menggunakan aplikasi digital karena kemudahan aksesnya dari mana saja.

Baca Juga  Pemerintah Perketat Aturan Ekspor-Impor Komoditas Strategis

Akses modal ini juga membuat 64,7 persen pelaku usaha merasa lebih siap menghadapi kondisi darurat ekonomi. Tambahan modal dari pindar terbukti membantu 46,6 persen pengusaha dalam menambah stok barang dari distributor secara cepat.

Peluang Pemerataan Ekonomi di Pedesaan

Pinjol dinilai memiliki keunggulan karena mampu melampaui batas geografis tanpa perlu kantor cabang fisik. Hal ini sangat krusial mengingat adanya gap inklusi keuangan antara wilayah perkotaan (83,6%) dan pedesaan (75,7%).

Baca Juga  Menteri Koperasi Atur Ketat Ritel Modern Alfamart dan Indomaret Masuk Desa

Melalui sistem innovative credit scoring (ICS), platform digital bisa menyaring calon debitur tanpa syarat agunan yang ketat. Hanif memandang model bisnis berbasis digital ini adalah kunci penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang merata hingga ke pelosok.

“Nah, dengan adanya pindar yang digital dan tanpa menggunakan fisik, ini menjadi kunci penting,” pungkas Hanif. (*)

Berita Terkait

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus
Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung
Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa
Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026
Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026
Gubernur Mirza Apresiasi Restorasi Ekosistem Way Kambas
Hilirisasi Komoditas Jadi Kunci Ekonomi Lampung Tembus 8 Persen
Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Harga Terkendali

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:13 WIB

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:02 WIB

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:52 WIB

Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:37 WIB

Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:09 WIB

Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB