Presiden Prabowo Instruksikan Tutup SPPG Bermasalah yang Sajikan Menu Tak Layak

Selasa, 24 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto.(foto: ist)

Presiden Prabowo Subianto.(foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Ditemukan kualitas makanan pada beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dianggap tidak layak bagi masyarakat.

Solusi: Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menutup sementara SPPG yang tidak memadai dan wajib mengantongi tiga sertifikasi utama.

Data: SPPG wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), Sertifikat Halal, dan sertifikasi HACCP sebagai syarat operasional.

(Kitani.id): Kabar tegas datang dari Istana terkait standar gizi nasional. Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengambil tindakan keras terhadap layanan gizi yang buruk. Hal ini dilakukan karena ditemukan adanya menu makanan yang tidak layak saji pada beberapa titik layanan.

Baca Juga  Ekspor Pertanian ke Amerika Kini Nol Persen, Saatnya Petani Lampung Naik Kelas

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa arahan ini merupakan pesan langsung dari Presiden. “Pesan khusus Presiden agar BGN meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. SPPG yang kurang memadai agar ditutup sementara dan segera dilakukan peningkatan kualitas,” ujar Dadan di Jakarta, Senin (23 Maret 2026).

Syarat Wajib Sertifikasi Operasional SPPG

Langkah pembenahan ini dimulai dengan pengetatan standar operasional prosedur di lapangan. BGN kini tengah membentuk satuan khusus yang bertugas memantau kepemilikan sertifikasi di seluruh unit layanan.

Baca Juga  Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa

Fokus utama pemantauan mencakup Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), Sertifikat Halal, serta standar keamanan pangan HACCP.

Dadan menjelaskan bahwa ketiga dokumen tersebut adalah pondasi utama untuk menjamin keamanan dan kebersihan makanan bagi masyarakat. Karena itu, setiap unit wajib memiliki standar tersebut jika ingin tetap beroperasi.

Kemudian, setelah standar teknis terpenuhi, BGN akan mulai menyasar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia seperti koki dan tenaga pengolah makanan.

Baca Juga  Mitra MBG Dilarang Bentuk Koperasi untuk Monopoli Pasokan Bahan Pangan

Pembentukan Tim Klasifikasi Internal

Meskipun lembaga akreditasi nasional masih dalam proses, BGN tidak ingin membuang waktu untuk melakukan evaluasi. Pihaknya segera membentuk Tim Klasifikasi SPPG internal untuk melakukan penilaian awal secara mandiri.

Langkah ini bertujuan untuk memetakan unit mana yang layak terus berjalan dan mana yang harus segera diperbaiki.

“Sebelum Lembaga Akreditasi SPPG terbentuk, BGN akan membentuk secara khusus Tim Klasifikasi SPPG internal sekaligus mempersiapkan secara sistematis menghadapi lembaga eksternal,” tutur Dadan.(*)

Berita Terkait

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus
Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung
Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa
Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026
Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026
Gubernur Mirza Apresiasi Restorasi Ekosistem Way Kambas
Hilirisasi Komoditas Jadi Kunci Ekonomi Lampung Tembus 8 Persen
Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Harga Terkendali

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:58 WIB

Presiden Prabowo Instruksikan Tutup SPPG Bermasalah yang Sajikan Menu Tak Layak

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:13 WIB

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:02 WIB

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:52 WIB

Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:37 WIB

Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB