Inti Berita
• Masalah: Perlunya percepatan swasembada pangan nasional dan stabilitas harga jagung di tingkat petani.
• Solusi: Polda Lampung melakukan gerakan tanam jagung serentak di Desa Wiyono, Pesawaran, serta menjalin kerja sama dengan Bulog untuk penyerapan hasil panen.
• Data: Total potensi lahan jagung binaan mencapai 10.344,82 hektare (103% dari target Mabes Polri) dengan keterlibatan 17.746 petani.
(Kitani.id): Polda Lampung menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat kedaulatan pangan di Bumi Ruwa Jurai. Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, memimpin langsung aksi tanam raya jagung serentak pada Sabtu (7 Maret 2026).
Kegiatan ini berpusat di Desa Wiyono, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Agenda ini merupakan bagian dari program nasional yang terhubung secara virtual dengan Kapolri di Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Helfi Assegaf menjelaskan bahwa keterlibatan kepolisian di sektor pertanian adalah bentuk dukungan bagi program swasembada pemerintah. Oleh karena itu, personel Polri kini hadir mendampingi petani guna memastikan produksi pangan terus meningkat.
“Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir membantu masyarakat meningkatkan produksi pangan. Ketahanan pangan adalah bagian dari kekuatan nasional,” tegas Helfi di sela kegiatan tanam serentak tersebut.
Capaian Lahan Lampung Lampaui Target Nasional
Potensi lahan jagung di wilayah Lampung saat ini tercatat sangat luas, yakni mencapai 10.344,82 hektare. Menariknya, angka ini sudah mencapai 103 persen dari target yang ditetapkan oleh Posko Gugus Tugas Mabes Polri.
Hingga awal Maret 2026, realisasi luas tanam di lapangan sudah menyentuh angka 2.830,54 hektare. Dari luasan tersebut, estimasi produksi jagung diprediksi bisa mencapai sekitar 14.152,7 ton.
Keberhasilan ini merupakan buah manis dari sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan kelompok tani. Selain itu, pendampingan dari Polres dan Polsek memastikan pemanfaatan lahan di berbagai kabupaten berjalan maksimal.
Sinergi Bersama Bulog Demi Kesejahteraan Petani
Pada aksi tanam serentak hari ini, luas lahan yang digarap mencapai 97,02 hektare di seluruh Lampung. Melalui luasan lahan tersebut, para petani diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 582,12 ton jagung.
Polda Lampung juga telah menggandeng Bulog untuk mengawal rantai distribusi hasil panen nanti. Langkah ini diambil agar harga jagung tetap stabil saat panen raya tiba pada April hingga Juni mendatang.
“Kami juga bekerja sama dengan Bulog untuk membantu penyerapan hasil panen petani agar harga tetap stabil,” tambah Helfi dengan optimis.
Program ini melibatkan sedikitnya 892 kelompok tani binaan Polri dengan total 17.746 anggota petani. Dengan pendampingan intensif selama 110 hari masa tanam, Polri ingin memastikan bahwa petani Lampung tidak berjalan sendirian.(*)








