Kredit Perbankan Masih “Pelit” ke UMKM, Korporasi Besar Dominasi 80 Persen

Minggu, 1 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyaluran kredit perbankan non-KUR untuk UMKM tahun 2025 baru mencapai 19,4%, masih di bawah target nasional 25%.(Ilustrasi: Kitani.id)

Penyaluran kredit perbankan non-KUR untuk UMKM tahun 2025 baru mencapai 19,4%, masih di bawah target nasional 25%.(Ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Penyaluran kredit perbankan non-KUR untuk UMKM tahun 2025 baru mencapai 19,4%, masih di bawah target nasional 25%.

Solusi: Pemerintah mengevaluasi skema kredit non-KUR dan menargetkan penyaluran KUR Rp295 triliun pada 2026.

Data: Dari total kredit Rp8.149 triliun, sebanyak Rp6.569 triliun (80,6%) justru mengalir ke 50 korporasi besar.

(Kitani.id): Akses modal bagi pelaku usaha kecil tampaknya masih menjadi tantangan besar di tanah air. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengungkapkan data yang cukup timpang. Hingga tahun 2025, kucuran kredit perbankan untuk sektor UMKM di luar program KUR belum mencapai target.

Baca Juga  Pemerintah Perketat Aturan Ekspor-Impor Komoditas Strategis

Berdasarkan catatan kementerian, total alokasi kredit perbankan nasional mencapai Rp8.149 triliun. Namun, dari angka raksasa tersebut, hanya sekitar Rp1.580 triliun yang mengalir ke kantong UMKM. Realisasi ini setara dengan 19,4 persen, padahal pemerintah mematok target minimal 25 persen.

Korporasi Besar Dominasi Pinjaman

Kesenjangan terlihat sangat nyata jika membandingkan jatah UMKM dengan perusahaan raksasa. Maman menyebutkan sekitar 80,6 persen atau Rp6.569 triliun justru dinikmati oleh hanya 50 korporasi besar. Kondisi ini membuat pembiayaan untuk pertumbuhan usaha rakyat menjadi terhambat.

Baca Juga  Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung

“Realisasi baru 19,4 persen, artinya masih ada sekitar 6 persen yang belum mampu kita penuhi,” ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Jumat (27 Februari 2026).

Karena itulah, pemerintah berjanji akan menjadikan evaluasi kredit non-KUR sebagai prioritas utama ke depan.

Aturan Tanpa Jaminan Hanya di Atas Kertas?

Persoalan modal ini semakin pelik karena kendala teknis di lapangan. Sekretaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Edy Misero, melontarkan kritik pedas terhadap perbankan.

Menurut Edy, banyak peternak atau petani kecil yang kesulitan meski aturan menyebut pinjaman di bawah Rp100 juta tanpa agunan.

Baca Juga  Koperasi Desa Merah Putih Bakal Serap 1,6 Juta Tenaga Kerja

Edy menilai persyaratan administrasi dan jaminan masih menjadi tembok penghalang bagi pelaku usaha. Padahal, kemudahan akses lebih dibutuhkan daripada sekadar iming-iming bunga rendah.

Bank-bank milik negara diharapkan lebih luwes dalam menerapkan regulasi di lapangan. “Bahasanya peraturan pemerintah 100 juta tanpa jaminan, tapi di lapangan tetap ditanya agunan,” tegasnya dengan nada kecewa.

Tahun ini, pemerintah menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp295 triliun untuk membantu 1,37 juta debitur baru.(*)

Berita Terkait

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus
Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung
Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa
Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026
Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026
Gubernur Mirza Apresiasi Restorasi Ekosistem Way Kambas
Hilirisasi Komoditas Jadi Kunci Ekonomi Lampung Tembus 8 Persen
Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Harga Terkendali

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:13 WIB

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:02 WIB

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:52 WIB

Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:37 WIB

Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:09 WIB

Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB