Program Desaku Maju Provinsi Lampung, Strategi Gubernur Mirzani Dorong Kemandirian Desa

Senin, 2 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Keberhasilan Desaku Maju. (ilustrasi:ist)

Ilustrasi Keberhasilan Desaku Maju. (ilustrasi:ist)

inti berita:

Masalah: Hilirisasi produk pertanian belum optimal dan kendala akses sarana dasar seperti kesehatan dan pendidikan.

Solusi: Integrasi program lintas sektoral melalui penyediaan sumur bor, fasilitas kesehatan, dan bantuan alat pengolah hasil tani.

Data: Lampung memiliki 699 desa berkembang (29%), 1.186 desa maju (48%), dan 561 desa mandiri (23%) tanpa desa tertinggal.

(Kitani.id): Program Desaku Maju Provinsi Lampung yang digagas Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menunjukkan hasil signifikan. Kemajuan status desa saat ini menjadi fondasi kuat bagi pelaksanaan strategi pembangunan desa secara terintegrasi di Bumi Ruwa Jurai.

Baca Juga  Terima Peserta Didik Sespimti Polri, Gubernur Mirza Tegaskan Pentingnya Kedaulatan Pangan

Kepala Dinas PMDT Lampung, Saipul, mengungkapkan bahwa dari total 2.446 desa, kini tidak ada lagi desa yang berstatus tertinggal. Capaian ini merupakan hasil penilaian Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2024. Penentuan status desa ini menggunakan ratusan variabel yang mencakup aspek infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

“Pertama akses infrastruktur, kedua akses kesehatan, ketiga pendidikan, dan keempat akses ekonomi,” jelas Saipul. Menurutnya, ketersediaan fasilitas seperti Puskesmas Pembantu (Pustu) sangat efektif mendekatkan layanan kesehatan bagi masyarakat. Saat ini, Lampung Barat memimpin dengan 52 persen desa mandiri, disusul Lampung Tengah dan Lampung Timur masing-masing 31 persen.

Baca Juga  Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa

Optimalisasi Sektor Pertanian

Program Desaku Maju Provinsi Lampung juga hadir menjawab persoalan konkret seperti ketersediaan air sawah. Saipul menegaskan bahwa pembangunan irigasi dan sumur bor menjadi solusi paling cepat saat musim kemarau. “Sumur bor menjadi solusi paling cepat. Saat musim kemarau, petani tetap dapat mengairi sawahnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Lampung, Anang Risgiyanto, menyebut hilirisasi sebagai kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Saat ini, kontribusi riil sektor pertanian baru mencapai 6 persen dengan rata-rata pendapatan warga Rp51 juta per tahun. “Ternyata ada salah tata kelola, salah satunya karena hilirisasi belum berjalan optimal,” ungkap Anang.

Baca Juga  Pelantikan Apdesi Merah Putih, Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Pertanian di Desa

Pemerintah kini fokus memperkuat ekonomi desa melalui penyaluran mesin pengering (dryer) dan penguatan Rice Milling Unit (RMU). Sebanyak 24 unit dryer telah disalurkan, dengan target total mencapai 100 unit pada tahun 2026. Dengan alat ini, gabah seharga Rp6.000 bisa diolah menjadi beras seharga Rp15.000 per kilogram. Langkah nyata ini diharapkan mampu menjadikan desa sebagai pusat ekonomi yang mandiri dan berdaya saing.(*)

Berita Terkait

Pelantikan Apdesi Merah Putih, Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Pertanian di Desa
Cegah TPPO, Kampung Terbanggi Besar Jadi Desa Binaan Imigrasi
Pembentukan Desa Sadar HAM di Lampung Perkuat Hak Masyarakat
Pemprov Lampung Libatkan Peran Aktif Apdesi
Kolaborasi Program Desaku Maju Perkuat Ekonomi Desa di Lampung
Program Desa Helau Dongkrak Indeks Pembangunan Manusia Lampung Selatan
Program Desaku Maju Lampung Sasar 800 Titik POC, Fokus Hilirisasi Pertanian
Dinas PMDT Lampung Fokuskan Pembinaan untuk Dorong Target BUMDES Maju

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:57 WIB

Pelantikan Apdesi Merah Putih, Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Pertanian di Desa

Kamis, 23 April 2026 - 23:12 WIB

Cegah TPPO, Kampung Terbanggi Besar Jadi Desa Binaan Imigrasi

Rabu, 22 April 2026 - 23:20 WIB

Pembentukan Desa Sadar HAM di Lampung Perkuat Hak Masyarakat

Rabu, 22 April 2026 - 23:10 WIB

Pemprov Lampung Libatkan Peran Aktif Apdesi

Selasa, 21 April 2026 - 18:00 WIB

Kolaborasi Program Desaku Maju Perkuat Ekonomi Desa di Lampung

Berita Terbaru