Inti Berita:
• Masalah: Sekam padi selama ini sering terbuang percuma dan belum dimanfaatkan secara optimal oleh petani maupun penggilingan.
• Solusi: Inovasi pengolahan sekam menjadi arang atau produk turunan bernilai ekonomi dengan sentuhan teknologi modern.
• Data: Implementasi awal difokuskan pada wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sebagai model percontohan nasional.
(Kitani.id): Limbah sekam padi yang biasanya menumpuk di sudut penggilingan kini punya peluang jadi sumber uang. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengajak para pelaku usaha tani untuk mulai melirik potensi besar di balik kulit gabah tersebut.
Menurut Rizal, sekam padi jangan lagi dianggap sebagai sampah sisa produksi. Karena jika diolah dengan benar, sekam bisa menjadi arang atau produk lain yang memiliki daya jual tinggi di pasar.
“Sekam padi yang selama ini sering terbuang dapat diolah menjadi arang atau produk bernilai ekonomi. Sehingga, memberikan tambahan manfaat bagi petani dan industri penggilingan padi,” ujar Rizal pada Rabu (4 Maret 2026).
Kemudian, ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama. Pengolahan secara modern akan memastikan sekam tidak terbuang percuma, melainkan mendukung kebutuhan industri yang lebih luas dan produktif.
Langkah Awal
Dorongan inovasi ini disampaikan Rizal saat meninjau unit penggilingan padi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Lokasi ini dipilih untuk melihat langsung bagaimana proses produksi sampingan bisa dikembangkan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Selain itu, Rizal berharap langkah ini segera dimulai dari wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Dia ingin kedua wilayah tersebut menjadi pelopor dalam menciptakan efisiensi di sektor pengolahan padi nasional.
“Inovasi pemanfaatan sekam padi ini diharapkan dapat mulai dikembangkan di kedua wilayah itu. Tujuannya sebagai langkah awal untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menciptakan nilai tambah,” pungkas Rizal. (*)








