Inti Berita:
• Masalah: Kekhawatiran jadwal panen raya terganggu karena berdekatan dengan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
• Solusi: Petani tetap memanen tepat waktu menggunakan combine harvester agar kualitas padi tidak menurun.
• Data: Produksi padi Lampung 2025 melonjak 16,53% menjadi 3,25 juta ton GKG dari luas lahan 596,02 ribu hektare.
(Kitani.id): Staf Ahli Gubernur Lampung, Bani Ispriyanto, memastikan panen raya tetap berlangsung. Jadwal panen raya padi musim tanam I jatuh pada Maret 2026. Hal ini menjadi jaminan ketersediaan pangan di Bumi Ruwa Jurai.
Beberapa wilayah bahkan sudah memulai pemanenan sejak Januari di fase awal. Meskipun berdekatan dengan Idulfitri, proses pemanenan dipastikan tidak akan terhambat. Langkah ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas stok beras daerah.
“Untuk panen padi di musim tanam I 2026 di Lampung, panen rayanya memang di Maret,” ujar Bani Ispriyanto di Bandarlampung, Jumat (20 Februari 2026).
Gunakan Mesin Panen Agar Padi Tidak Rusak
Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong petani agar tetap sigap saat panen. Penundaan panen berisiko membuat tanaman padi menjadi rubuh atau menghitam. Oleh karena itu, percepatan menjadi kunci utama menjaga kualitas gabah.
Petani dianjurkan memanfaatkan teknologi combine harvester untuk memotong padi. Mesin ini membantu proses panen menjadi jauh lebih cepat dan efisien. Jadi, kesibukan menjelang hari raya tidak akan mengganggu jadwal di sawah.
“Petani dapat memanfaatkan mesin panen seperti combine harvester jadi panen lebih cepat,” kata Bani Ispriyanto menjelaskan solusinya.
Produksi Padi Lampung Naik Signifikan
Berdasarkan data BPS, luas panen padi Lampung sepanjang 2025 meningkat pesat. Luas lahan mencapai 596,02 ribu hektare atau naik sekitar 12,09 persen. Kenaikan ini membawa dampak besar bagi ketersediaan pangan daerah.
Total produksi padi Lampung kini menyentuh angka 3,25 juta ton GKG. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 461,28 ribu ton dari tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi modal kuat Lampung menjaga ketahanan pangan nasional.
“Kondisi stok pangan secara keseluruhan pun terjaga. Sehingga tidak perlu khawatir untuk konsumsi sampai Idulfitri nanti,” pungkas Bani optimis.(*)








