Genjot Swasembada Jagung, Polri dan Kementan Optimalkan Lahan 1 Juta Hektare

Jumat, 13 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Realisasi tanam jagung baru mencapai 650 ribu hektare (65%) dari target 1 juta hektare akibat kendala cuaca dan karakteristik lahan.(Ilustrasi: Kitani.id)

Realisasi tanam jagung baru mencapai 650 ribu hektare (65%) dari target 1 juta hektare akibat kendala cuaca dan karakteristik lahan.(Ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Realisasi tanam jagung baru mencapai 650 ribu hektare (65%) dari target 1 juta hektare akibat kendala cuaca dan karakteristik lahan.

Solusi: Percepatan tanam melalui kolaborasi dengan LSM dan program Perhutanan Sosial, serta dukungan alat mesin pertanian (alsintan) dan bibit unggul.

Data: Impor jagung industri turun dari 1,4 juta ton menjadi 800 ribu ton; hasil panen diproyeksikan untuk pakan ternak hingga energi.

(Kitani.id): Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dipacu melalui kolaborasi lintas lembaga. Polri melaporkan perkembangan terbaru mengenai program swasembada jagung kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Hingga saat ini, realisasi penanaman jagung tercatat baru mencapai 650 ribu hektare atau sekitar 65 persen dari target besar pemerintah seluas 1 juta hektare.

Baca Juga  Produk Pertanian Indonesia Kini Bebas Pajak Masuk ke Amerika Serikat

Asisten Kapolri Bidang SDM, Irjen Anwar, menjelaskan bahwa tantangan di lapangan cukup beragam. Mulai dari bencana alam, anomali cuaca, hingga perbedaan karakteristik lahan antara wilayah pegunungan dan persawahan yang memengaruhi kecepatan tanam.

Percepatan Tanam Melalui Kolaborasi

Meski menghadapi tantangan cuaca, Polri tetap optimistis mengejar sisa target. Langkah strategis yang akan diambil adalah menggandeng berbagai pihak, mulai dari lembaga swadaya masyarakat (LSM), perorangan, hingga memaksimalkan lahan dari program Perhutanan Sosial.

“Kalau kemarin kita targetkan 1 juta hektare jagung, baru tertanam 650 ribu hektare,” ujar Irjen Anwar usai bertemu Mentan di Jakarta, Rabu (11 Maret 2026).

Baca Juga  Mentan Amran Sulaiman Larang Jual Beli Bantuan dan Fee Sektor Pertanian

Pemerintah juga memberikan dukungan penuh dari sisi hulu. Mentan Amran langsung memastikan kesiapan bantuan alat pertanian seperti traktor dan mesin tanam modern.

Selain itu, penyediaan bibit unggul serta jaminan ketersediaan pupuk menjadi prioritas utama agar produktivitas di sisa lahan 350 ribu hektare tersebut dapat segera digenjot.

Jaminan Pasar dan Potensi Energi

Petani kini tidak perlu khawatir mengenai pemasaran hasil panen. Pemerintah telah menyiapkan skema penampungan (offtaker) yang rencananya akan ditangani langsung oleh Perum Bulog. Hal ini diperkuat dengan kehadiran Direktur Utama Perum Bulog dalam pertemuan tersebut untuk memastikan rantai distribusi berjalan lancar.

Hasil panen jagung ke depan diproyeksikan memiliki manfaat ganda. Selain untuk mencukupi kebutuhan pakan ternak nasional, jagung hasil tanam ini juga berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku energi alternatif.

Baca Juga  Data Iklim BMKG Jadi Panduan, Penyuluh Kawal Petani Hadapi Cuaca 2026

“Mudah-mudahan 1 juta hektare tercapai dan nanti selain untuk pakan, juga bisa digunakan untuk energi,” tambah Irjen Anwar.

Mentan Amran Sulaiman mengapresiasi kerja keras Polri yang turut andil dalam menekan angka impor. Saat ini, Indonesia telah menunjukkan prestasi luar biasa dengan menurunkan impor jagung industri dari 1,4 juta ton menjadi hanya sekitar 800 ribu ton.

Dengan sinergi yang kuat, impian swasembada jagung total di tahun 2026 pun semakin nyata.(*)

Berita Terkait

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus
Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung
Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa
Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026
Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026
Gubernur Mirza Apresiasi Restorasi Ekosistem Way Kambas
Hilirisasi Komoditas Jadi Kunci Ekonomi Lampung Tembus 8 Persen
Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Harga Terkendali

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:13 WIB

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:02 WIB

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:52 WIB

Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:37 WIB

Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:09 WIB

Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB