Inti Berita:
• Masalah: Lambatnya regenerasi petani dan banyaknya lahan produktif milik keluarga yang belum tergarap maksimal.
• Solusi: Program Brigade Pangan dan bantuan sarana produksi (saprodi) gratis untuk organisasi kepemudaan.
• Data: Pertemuan Mentan dengan PMKRI, IPNU, dan PII di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
(Kitani.id): Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus membakar semangat generasi muda untuk terjun ke sawah. Ia menegaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan “karpet merah” bagi pemuda yang ingin membangun bisnis pertanian.
Pernyataan ini muncul saat Mentan menerima audiensi organisasi mahasiswa dan pelajar (PMKRI, IPNU, dan PII) di Jakarta, Jumat (13 Maret 2026). Mentan Amran meminta anak muda tidak ragu memanfaatkan lahan milik keluarga untuk bertani secara modern.
Fasilitas Negara untuk Petani Milenial
Pemerintah sudah menyiapkan dukungan penuh, mulai dari bantuan benih hingga pembiayaan. Mentan Amran menjamin bahwa akses terhadap sarana produksi kini semakin mudah bagi anak muda yang serius.
“Teman-teman yang masih muda, kalau ada orang tua, sepupu, atau keluarga yang punya lahan, silakan dimanfaatkan. Bibitnya gratis, pupuknya gratis,” ujar Mentan Amran.
Negara telah menyiapkan anggaran khusus untuk mendukung pergerakan ini. Komoditas perkebunan seperti kakao, kelapa, kopi, lada, hingga pala menjadi prioritas untuk dikembangkan. Hal ini tentu menjadi peluang besar bagi pemuda di wilayah perkebunan seperti Lampung.
Usulan Brigade Pangan dan Ternak Ayam
Dalam pertemuan tersebut, para pimpinan organisasi pemuda memberikan respons positif. Ketua Umum PII, Amsal Alfian, menilai kebijakan Kementan saat ini sangat berpihak pada anak muda. PII bahkan mengusulkan pembentukan Brigade Pangan baru di beberapa daerah.
Tak hanya tanaman pangan, mereka juga melirik sektor peternakan. IPNU dan PII mengusulkan pengembangan usaha ayam petelur untuk memperkuat ekonomi kader. Mereka juga meminta dukungan alat mesin pertanian (alsintan) seperti traktor untuk mempercepat kerja di lapangan.
“Kalau proyek percontohan ini berhasil dan memberi manfaat, tentu bisa kita kembangkan di wilayah lain,” balas Mentan Amran menanggapi usulan tersebut.
Mentan menegaskan bahwa anak muda harus diberi ruang untuk membuktikan kemampuan mereka. Dengan kolaborasi bersama organisasi pelajar dan mahasiswa, pemerintah optimistis regenerasi petani akan berjalan lebih cepat. Inilah fondasi kuat menuju ketahanan pangan nasional yang mandiri. (*)








