Mempercepat Pengentasan Kemiskinan Melalui Koperasi Desa Merah Putih

Senin, 16 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyak keluarga penerima manfaat (KPM) masih terjebak dalam kemiskinan ekstrem. (ilustrasi: Kitani.id)

Banyak keluarga penerima manfaat (KPM) masih terjebak dalam kemiskinan ekstrem. (ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Banyak keluarga penerima manfaat (KPM) masih terjebak dalam kemiskinan ekstrem.

Solusi: Kolaborasi lintas kementerian melalui Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai wadah ekonomi.

Data: Target graduasi mandiri meningkat dari 1.000 menjadi 3.000 KPM pada tahun depan.

(Kitani.id): Pemerintah terus bergerak cepat untuk menghapus kemiskinan ekstrem di pelosok desa. Kali ini, Kementerian Koperasi meluncurkan pilot project. Program ini mengandalkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai mesin penggerak ekonomi warga. Terobosan ini bertujuan agar masyarakat kecil bisa segera naik kelas secara bertahap.

Baca Juga  Nasib Koperasi Merah Putih, Dari Legalitas Menuju Operasional Penuh

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan koperasi bukan sekadar tempat menjual barang subsidi saja. Namun, lembaga ini harus menjadi pembeli utama atau offtaker produk lokal desa. Contohnya adalah hasil ternak ayam petelur dari bantuan pemerintah bagi warga. Maka, ekonomi berputar di desa dan pendapatan petani serta peternak meningkat.

“Kopdes ini harus menjadi tempat menampung hasil produk masyarakat desa. Sehingga Bapak Ibu mendapatkan tambahan penghasilan,” ujar Ferry, Sabtu (14 Februari 2026).

Baca Juga  UU Sistem Perkoperasian Nasional Segera Sah, Koperasi Bukan Lagi Usaha "Kuno"

Iuran Anggota Koperasi Diupayakan Gratis Bagi Warga Miskin

Kabar baiknya, pemerintah berencana meringankan beban iuran pokok bagi anggota baru. Skemanya bisa berupa cicilan ringan selama satu tahun atau bahkan gratis. Hal ini agar warga prasejahtera tidak merasa terbebani saat bergabung dengan koperasi.

Akhirnya, mereka bisa fokus mengelola usaha dan meraih Sisa Hasil Usaha (SHU). “Kalau perlu Kementerian Koperasi bayar itu iuran pokok dan wajib penerima manfaat,” tegas Ferry.

Baca Juga  Koperasi di Lampung Bisa Belajar Ekspor dari Koperasi Produsen ini

Sedangkan Menteri Sosial Saifullah Yusuf juga mendorong keluarga usia produktif untuk ikut bergabung. Menurutnya, bantuan sosial hanya bersifat sementara agar rakyat tidak jatuh lebih dalam.

Selanjutnya, Koperasi Desa Merah Putih yang akan membantu warga bangkit secara mandiri. “Mereka harus terdorong menjadi anggota koperasi desa,” pungkas pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.(*)

Berita Terkait

Koperasi Desa Merah Putih, Solusi Akses Kesehatan di Pelosok
Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui Koperasi, Kolaborasi Kemenkop dan MUI
UU Sistem Perkoperasian Nasional Segera Sah, Koperasi Bukan Lagi Usaha “Kuno”
Menkeu Siapkan Bank Khusus Salurkan KUR untuk “Manjakan” UMKM
Pemerintah Ambil Alih Cicilan Koperasi Desa, Apdesi Soroti Aturan yang Berubah
Perkuat Komunikasi Publik, Wamenkop Pastikan Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Ekonomi Desa
Ribuan Kopdeskel Merah Putih Terima Bantuan Mobil Operasional
Gerai KDKMP Membuka Peluang Besar Memajukan Produk Lokal dan UMKM

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 08:30 WIB

Koperasi Desa Merah Putih, Solusi Akses Kesehatan di Pelosok

Rabu, 8 April 2026 - 23:56 WIB

Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui Koperasi, Kolaborasi Kemenkop dan MUI

Rabu, 8 April 2026 - 23:39 WIB

UU Sistem Perkoperasian Nasional Segera Sah, Koperasi Bukan Lagi Usaha “Kuno”

Selasa, 7 April 2026 - 19:05 WIB

Menkeu Siapkan Bank Khusus Salurkan KUR untuk “Manjakan” UMKM

Selasa, 7 April 2026 - 17:47 WIB

Pemerintah Ambil Alih Cicilan Koperasi Desa, Apdesi Soroti Aturan yang Berubah

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB