Inti Berita:
• Masalah: Banyak keluarga penerima manfaat (KPM) masih terjebak dalam kemiskinan ekstrem.
• Solusi: Kolaborasi lintas kementerian melalui Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai wadah ekonomi.
• Data: Target graduasi mandiri meningkat dari 1.000 menjadi 3.000 KPM pada tahun depan.
(Kitani.id): Pemerintah terus bergerak cepat untuk menghapus kemiskinan ekstrem di pelosok desa. Kali ini, Kementerian Koperasi meluncurkan pilot project. Program ini mengandalkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai mesin penggerak ekonomi warga. Terobosan ini bertujuan agar masyarakat kecil bisa segera naik kelas secara bertahap.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan koperasi bukan sekadar tempat menjual barang subsidi saja. Namun, lembaga ini harus menjadi pembeli utama atau offtaker produk lokal desa. Contohnya adalah hasil ternak ayam petelur dari bantuan pemerintah bagi warga. Maka, ekonomi berputar di desa dan pendapatan petani serta peternak meningkat.
“Kopdes ini harus menjadi tempat menampung hasil produk masyarakat desa. Sehingga Bapak Ibu mendapatkan tambahan penghasilan,” ujar Ferry, Sabtu (14 Februari 2026).
Iuran Anggota Koperasi Diupayakan Gratis Bagi Warga Miskin
Kabar baiknya, pemerintah berencana meringankan beban iuran pokok bagi anggota baru. Skemanya bisa berupa cicilan ringan selama satu tahun atau bahkan gratis. Hal ini agar warga prasejahtera tidak merasa terbebani saat bergabung dengan koperasi.
Akhirnya, mereka bisa fokus mengelola usaha dan meraih Sisa Hasil Usaha (SHU). “Kalau perlu Kementerian Koperasi bayar itu iuran pokok dan wajib penerima manfaat,” tegas Ferry.
Sedangkan Menteri Sosial Saifullah Yusuf juga mendorong keluarga usia produktif untuk ikut bergabung. Menurutnya, bantuan sosial hanya bersifat sementara agar rakyat tidak jatuh lebih dalam.
Selanjutnya, Koperasi Desa Merah Putih yang akan membantu warga bangkit secara mandiri. “Mereka harus terdorong menjadi anggota koperasi desa,” pungkas pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.(*)








